kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Pos Indonesia Siapkan Strategi Baru di Tengah Tekanan Bisnis Logistik


Minggu, 18 Oktober 2026 / 18:45 WIB
Pos Indonesia Siapkan Strategi Baru di Tengah Tekanan Bisnis Logistik
ILUSTRASI. Pos Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk memulihkan kinerja bisnis di tengah ketatnya persaingan industri kurir dan logistik (NULL/NULL)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pos Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk memulihkan kinerja bisnis di tengah ketatnya persaingan industri kurir dan logistik. Perseroan akan mengandalkan optimalisasi jaringan pengiriman, penguatan bisnis ant perusahaan, serta efisiensi operasional melalui digitalisasi.

Corporate Secretary Pos Indonesia Iwan Gunawan mengatakan, perusahaan saat ini tengah menjalankan pembenahan menyeluruh untuk memperkuat fundamental bisnis. Upaya tersebut telah dilakukan sejak awal 2026 sesuai arahan BP BUMN dan Danantara.

“Sejak awal 2026 Pos Indonesia menjalankan pembenahan menyeluruh sesuai arahan BP BUMN dan Danantara, dengan berfokus pada tiga hal: penguatan tata kelola bisnis dan transparansi keuangan, efisiensi biaya operasional, serta penataan ulang model bisnis guna mendukung langkah transformasi perusahaan,” ujar Iwan kepada Kontan, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: Green SM Siapkan Strategi Skema Sewa untuk Perluas Ekosistem Transportasi Listrik

Iwan mengakui, kondisi bisnis saat ini penuh tantangan, terutama pada layanan kurir dan logistik yang menghadapi persaingan ketat. Karena itu, perusahaan berupaya menata kembali model bisnis sekaligus memperbaiki struktur biaya operasional agar kinerja dapat berangsur pulih.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah memaksimalkan keunggulan jaringan Pos Indonesia yang menjangkau seluruh wilayah Tanah Air. Jaringan tersebut diharapkan menjadi modal bagi perusahaan untuk memperkuat layanan pengiriman, khususnya ke daerah yang belum banyak dijangkau pemain logistik lainnya.

Selain mengoptimalkan jaringan, Pos Indonesia akan memperkuat layanan business-to-business (B2B), distribusi untuk pemerintah, serta sinergi dengan sesama badan usaha milik negara (BUMN). Perusahaan juga akan mendorong digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

“Kami optimistis bahwa potensi pasar logistik nasional tetap tumbuh dan besar, terutama untuk pengiriman ke wilayah yang belum banyak dijangkau pemain lain,” kata Iwan.

Strategi tersebut disiapkan di tengah sorotan terhadap kondisi keuangan Pos Indonesia. Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyoroti kerugian perusahaan yang disebut mencapai Rp 100 miliar per bulan.

Baca Juga: Dukung Perencanaan Bisnis, Pertamina Trans Kontinental Perkuat Pengelolaan Keuangan

Oleh karena itu, Said bahkan meminta agar  Danantara memberikan perhatian terhadap kondisi perusahaan dengan memberikan suntikan modal tambahan. 

“Tentu mereka butuh dukungan dari Danantara. Baik untuk modal awal kembali, yang mungkin sekarang minus, karena tadi biaya operasional saja sudah minus. Setiap bulan itu hampir Rp 100 miliar, itu sudah minus,” papar Said dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026). 

Menanggapi kemungkinan tambahan penyertaan modal, Iwan menegaskan bahwa keputusan terkait permodalan sepenuhnya menjadi kewenangan pemegang saham, yakni Danantara.

Untuk saat ini, perusahaan memprioritaskan pembenahan dari dalam melalui perbaikan struktur biaya, optimalisasi aset, dan peningkatan pendapatan dari bisnis inti. Pos Indonesia juga terus berkoordinasi dengan Danantara dan BP BUMN mengenai langkah penyehatan, termasuk berbagai skema dukungan yang dinilai tepat.

Di tengah proses transformasi tersebut, Iwan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Perseroan berharap pembenahan internal dan strategi penguatan bisnis dapat membantu memperbaiki kinerja perusahaan.

“Kami optimistis, dengan transformasi yang konsisten, kinerja perusahaan dapat berangsur pulih dalam tempo yang tidak terlalu lama,” ujar Iwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×