kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Perusahaan Indonesia Hadapi Tantangan Eksekusi Strategi di Tengah Perubahan Bisnis


Senin, 24 Agustus 2026 / 21:07 WIB
Perusahaan Indonesia Hadapi Tantangan Eksekusi Strategi di Tengah Perubahan Bisnis
ILUSTRASI. Perusahaan Indonesia Hadapi Tantangan Eksekusi Strategi di Tengah Perubahan Bisnis (Dok/MagnaQM)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesadaran perusahaan di Indonesia terhadap pentingnya manajemen perubahan atau change management semakin tinggi. Namun, penerapannya dalam budaya kerja sehari-hari masih relatif terbatas.

Hal tersebut tercermin dalam laporan The State of Change Management in Indonesia 2026 yang diluncurkan MagnaQM (PT Magna QaiseMandiri Utama). Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 88% responden menyatakan manajemen mereka memandang change management sebagai hal penting atau sangat penting.

Namun, hanya 8% organisasi yang telah menjadikan manajemen perubahan sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Laporan tersebut disusun berdasarkan kuesioner benchmarking nasional yang melibatkan praktisi dari lebih dari 20 sektor industri. Responden berasal dari organisasi dengan skala mulai dari 25 hingga lebih dari 35.000 karyawan.

Baca Juga: Biaya Kesehatan Karyawan Naik, Perusahaan Didorong Ubah Strategi Pengelolaan SDM

Senior Advisor MagnaQM, Coach Eddi Sutanto mengatakan, hasil survei menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran organisasi terhadap pentingnya perubahan dengan kemampuan institusional untuk menjalankannya.

“Temuan ini menegaskan bahwa adopsi manajemen perubahan di Indonesia berjalan lebih cepat dibandingkan kapabilitas institusional yang mendukungnya,” ujar Eddi dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

Kesenjangan tersebut juga terlihat dari sisi struktur organisasi. Sebanyak 68% organisasi responden telah memiliki fungsi manajemen perubahan secara formal. Namun, sebagian organisasi masih belum memiliki tata kelola, kerangka kompetensi, maupun jaringan Change Agent yang memadai.

Dari sisi kepemimpinan, hanya 20% sponsor perubahan yang terlibat secara konsisten sepanjang pelaksanaan inisiatif perubahan. Sementara itu, baru 37% organisasi yang telah memiliki jaringan Change Agent.

Direktur MagnaQM, Akbar Azwir mengatakan, penguatan change management ke depan tidak cukup hanya dengan meningkatkan kesadaran perusahaan. Organisasi perlu membangun sistem dan kapabilitas yang mampu menjaga proses perubahan berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: KEK Industropolis Batang Dorong SDM Lokal Siap Masuk Industri Global

“Tantangan ke depan tidak hanya soal kesadaran akan pentingnya manajemen perubahan, namun juga bagaimana organisasi membangun tata kelola, akuntabilitas kepemimpinan, dan pengembangan kapabilitas manajemen perubahan secara berkelanjutan,” kata Akbar.

Menurut MagnaQM, laporan tersebut merupakan benchmark nasional yang secara khusus memotret praktik change management pada organisasi di Indonesia. Laporan ini disusun untuk memberikan data yang lebih kontekstual mengenai kondisi manajemen perubahan di dalam negeri, yang selama ini banyak mengacu pada riset global.

Laporan The State of Change Management in Indonesia 2026 juga membandingkan kondisi Indonesia dengan data global dari Prosci. Perbandingan tersebut memberikan gambaran mengenai posisi dan perkembangan praktik manajemen perubahan di Indonesia.

MagnaQM menilai hasil survei tersebut dapat menjadi referensi bagi organisasi dan praktisi untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperkuat serta menentukan prioritas pengembangan kapabilitas manajemen perubahan. Laporan The State of Change Management in Indonesia 2026 tersedia untuk diunduh melalui situs resmi MagnaQM.

Baca Juga: Pengembangan Talenta, Fondasi Keberlanjutan Usaha dan Daya Saing SDM Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×