kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Posko mobile Pertamina jangkau korban gempa hingga pelosok Sulawesi Tengah


Kamis, 04 Oktober 2018 / 16:32 WIB
Posko mobile Pertamina jangkau korban gempa hingga pelosok Sulawesi Tengah
ILUSTRASI. Pelita Air Service melayani pengiriman bantuan korban gempa Palu


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) membuka posko mobile yang akan melayani korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Posko kesehatan ini bergerak ke berbagai titik pengungsian untuk membagikan makanan siap santap, obat-obatan, susu, perlengkapan bayi dan ibu hamil agar pengungsi dapat terjangkau lebih cepat.

Vice President Corporate Communication Adiatma Sardjito menjelaskan selain posko Pertamina Peduli yang didirikan di Pelabuhan Pantoloan dekat TBBM Donggala dan di depan Bandara Mutiara SIS Al Jufri dekat DPPU Mutiara, Pertamina juga memberikan bantuan dengan membuka posko secara mobile. 

“Tujuan posko mobile ini agar kami bisa menjangkau masyarakat terdampak ke desa-desa, salah satunya seperti yang kami lakukan di Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala ini,” ungkap Adiatma dalam siaran persnya, Kamis (4/10).

Posko bergerak ini menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak yang berada di sejumlah titik di wilayah Palu dan Donggala. Saat ini, tim Pertamina Peduli bergerak bersamaan mengirimkan berbagai kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

“Saya terbantu dengan adanya posko kesehatan ini karena memudahkan saya. Kebetulan ipar saya yang sakit dan tidak bisa jalan Jadi ia titipkan resep ke saya. Karena itu, semoga nanti nanti posko kesehatan Pertamina bisa sampai ke tempat saya mengungsi,” kata Abdullah (55) seorang pengungsi gempa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×