kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Potensi Kenaikan Harga BBM Bayangi Ojol, Begini Strategi Maxim


Selasa, 07 April 2026 / 17:21 WIB
Potensi Kenaikan Harga BBM Bayangi Ojol, Begini Strategi Maxim
ILUSTRASI. Ojek online Maxim (Dok/Maxim)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mitra pengemudi platform transportasi online atau ojek online (ojol) dapat turut terdampak oleh potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) imbas perang Timur Tengah. Meskipun, pemerintah Indonesia hingga saat ini masih mampu menahan harga BBM subsidi.

Namun di negara lain, melansir CNA, Gojek Singapura telah mengumumkan akan menaikkan biaya layanan sementara 90 sen atau hampir Rp 12.000 mulai 10 April 2026 hingga 31 Mei 2026, sebagai langkah mendukung pengemudi di tengah kenaikan harga BBM yang berlaku di negara tersebut.

Menanggapi hal ini, sebagai platform ride-hailing di dalam negeri, PT Teknologi Perdana Indonesia atau Maxim Indonesia (Maxim) mengaku belum memiliki rencana untuk menaikkan tarif, seiring belum terdapat kenaikan harga BBM secara resmi di Indonesia.

Baca Juga: Tak Ada Solusi Tunggal, ITB Menekankan Kombinasi FTTH, FWA dan Mobile

"Secara umum, kami hanya mempertimbangkan perubahan kebijakan tarif apabila terdapat perubahan kondisi pasar yang nyata dan berkelanjutan," kata Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Kendati demikian, dengan adanya risiko kenaikan harga BBM ke depan, Maxim menopang mitra pengemudi dengan menerapkan strategi yang berlandaskan efisiensi, fleksibilitas, dan dukungan.

Dari sisi efisiensi, Dirhamsyah menyebut pihaknya menerapkan sistem penugasan otomatis bagi pengemudi guna mengurangi perjalanan tanpa penumpang sekaligus menekan konsumsi BBM per perjalanan.

Lebih lanjut, jika diperlukan, Maxim siap menerapkan tarif dinamis pada jam-jam sibuk untuk menyesuaikan biaya tanpa harus menaikkan tarif dasar secara signifikan. Pendekatan ini, kata Dirhamsyah, bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan keterjangkauan layanan bagi pengguna.

Sementara itu, ia bilang Maxim juga memberikan beragam dukungan kepada mitra pengemudi apabila terjadi kenaikan harga BBM dalam jangka waktu yang lebih panjang. "Seperti program insentif, voucher BBM, serta bantuan perawatan kendaraan untuk pengemudi," tambah Dirhamsyah.

Maxim pun, lanjutnya, telah menyiapkan dukungan berupa pengurangan potongan komisi aplikasi. Menurutnya, potongan komisi dasar Maxim sudah termasuk yang terendah di antara aplikasi e-hailing lainnya. Namun, Maxim tetap menawarkan berbagai opsi untuk penurunan potongan komisi aplikasi lebih lanjut. Misalnya, melalui program prioritas dengan penempelan stiker khusus di kendaraan, serta program penghargaan bagi pengemudi terbaik berdasarkan target perjalanan yang diselesaikan. 

"Melalui opsi-opsi tersebut, komisi dapat berkurang hingga 8%, sehingga mitra pengemudi dapat memperoleh pendapatan bersih yang lebih besar dan membantu mengimbangi peningkatan biaya bahan bakar," jelas Dirhamsyah.

Sejumlah strategi tersebut diyakini dapat membantu Maxim melewati periode ketidakpastian saat ini, khususnya terkait harga BBM, tanpa menimbulkan gangguan signifikan bagi pengguna dan mitra pengemudi.

Baca Juga: Pendapatan Cahayasakti Investindo (CSIS) Naik 26,5% Jadi Rp 105,5 Miliar Pada 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×