kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Prodia masih mengandalkan pendapatan dari pemeriksaan rutin


Senin, 07 Mei 2018 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Klinik Prodia Senior Health Centre


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) masih akan mengandalkan pendapatan dari pemeriksaan rutin. Asal tahu saja, saat ini klien Prodia terbagi menjadi empat yakni individu, rujukan dokter, klien korporasi dan rujukan pihak ketiga.

Dewi Mulyati, Direktur Utama Prodia Widyahusada menyampaikan, bahwa banyak klien yang masih datang untuk pemeriksaan rutin. Segmen pemeriksaan esoterik juga bertumbuh. Hanya saja, dominasi pendapatan masih disumbang pemeriksaan rutin.

Tahun ini dirinya memperkirakan bahwa sekitar 80%-90% masih akan disumbang dari pemeriksaan rutin seperti medical check up, cek darah dan lainnya.

"Pemeriksaan esoterik bisa berkontribusi 14% terhadap pendapatan karena tesnya mahal. Banyak tes isoterik itu hanya bisa di Prodia karena kemampuannya tidak semua lab bisa," ujarnya di Jakarta, Senin (7/5).

Menurutnya, pemeriksaan esoterik tidak semua bisa dikerjakan oleh laboratorium dikarenakan harga teknologi yang cukup mahal. Antara lain mutasi gen EGFR ctCDNA untuk pengobatan kanker paru, pemeriksaan non-invasive prenatal testing (NIPT), analisis Telomer, Marathon Fit Panel dan Warfarin Indivtest.

Tahun ini, untuk tes esoterik, perusahaan akan menambah 10 pemeriksaan baru untuk semakin melengkapi kapabilitas perusahaan. Yang jelas, perusahaan mengembangkan konsep pengelolaan kesehatan berbasis individu atau personalized medicine.

"Ke depan semakin banyak pasien kanker dan kemoterapi yang bisa tetapkan obat apa perlu pemeriksaan. Dosisnya juga akan berbeda-beda untuk setiap individu," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×