Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prodia mendorong peningkatan kesadaran perempuan untuk melakukan deteksi dini kesehatan melalui pendekatan skrining rutin dan pemanfaatan teknologi laboratorium.
Upaya ini dilakukan di tengah masih rendahnya kesadaran perempuan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Banyak perempuan baru memeriksakan diri saat sudah mengalami keluhan, padahal berbagai kondisi kesehatan dapat dideteksi lebih awal melalui skrining yang tepat.
Data Globocan 2020 menunjukkan kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia, dengan sekitar 36.000 kasus baru dan 20.700 kematian setiap tahun. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi dan perluasan akses skrining kesehatan.
Baca Juga: Laba Bersih Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Melonjak 783% pada 2025
Seiring perkembangan teknologi, metode pemeriksaan kini semakin berkembang, salah satunya melalui pendekatan berbasis molekuler. Metode ini menganalisis materi genetik seperti DNA untuk mendeteksi virus, infeksi, maupun faktor risiko kesehatan sejak tahap awal, sehingga memberikan gambaran kondisi yang lebih akurat.
Dalam konteks kesehatan perempuan, sejumlah pemeriksaan yang mulai banyak direkomendasikan antara lain tes HPV DNA untuk mendeteksi risiko kanker serviks, pemeriksaan infeksi menular seksual (STI), serta pemantauan faktor nutrisi yang berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi dan daya tahan tubuh.
Topik tersebut menjadi fokus dalam talkshow “She Thrives: A Road to Better Health” yang digelar Prodia pada 18 April 2026 di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, yang menghadirkan sejumlah ahli kesehatan.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Hariyono Winarto, menekankan pentingnya deteksi dini terhadap infeksi yang sering kali tidak menunjukkan gejala.
“Banyak perempuan belum menyadari bahwa infeksi menular seksual, termasuk HPV, dapat terjadi tanpa gejala. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting agar kondisi dapat dikenali lebih awal. Selain skrining, menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan nutrisi seimbang juga berperan dalam menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan perempuan,” jelas Hariyono dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Senada, Rina Triana menilai pemeriksaan laboratorium berperan penting dalam membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.
Baca Juga: Harga Beras & Gula Terancam Kenaikan Akibat Biaya Kemasan Plastik, Ini Kata Penguasa
“Pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya, bahkan sebelum gejala muncul. Kini, dengan inovasi tes HPV DNA yang dapat dilakukan secara mandiri, perempuan memiliki pilihan layanan yang lebih praktis, nyaman, dan tetap akurat sesuai kebutuhannya. Harapannya, semakin banyak perempuan tidak menunda deteksi dini,” ujar Rina.
Sementara itu, Mona Yolanda menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow edukasi kesehatan perempuan yang akan digelar di sejumlah kota hingga September 2026.
“Melalui rangkaian roadshow ini, Prodia ingin mendorong semakin banyak perempuan Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatannya melalui edukasi yang mudah dipahami dan akses pemeriksaan yang semakin dekat. Kami percaya literasi kesehatan adalah langkah awal menuju kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Prodia berharap kesadaran perempuan terhadap pentingnya skrining kesehatan dapat meningkat, sehingga pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini dan kualitas hidup jangka panjang dapat terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













