kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Produksi CPO RNI naik 10%


Selasa, 24 April 2012 / 07:26 WIB
Produksi CPO RNI naik 10%
ILUSTRASI. Promo Hypermart weekday 20-22 April 2021 menawarkan produk-produk kebutuhan harian. Dok: Instagram Hypermart


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yakin bisa menggenjot produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) naik 10% tahun ini. Keyakinan itu didukung oleh umur pohon sawit yang makin produktif, berkisar 10 tahun-15 tahun.

Dengan umur tanaman sawit yang makin produktif, maka perusahaan ini menargetkan peningkatan produksi CPO per bulan dari 8.000 ton menjadi 9.000 ton pada akhir tahun ini. "Dari luas lahan sawit RNI yang mencapai 36.000 hektare (ha) produksinya bertambah," kata Ismed Hasan Putro, Direktur Utama RNI, Senin (23/4).

Walau produk tandan buah segar (TBS) sawit RNI terus mengalami peningkatan, namun perusahaan ini belum akan menambah kapasitas pabrik CPO pada tahun ini. Menurut Ismet, RNI masih akan mengandalkan pabrik yang sudah ada, apalagi penambahan volume produksi belum begitu signifikan.

Namun, Ismed bilang, perusahaannya kemungkinan akan menambah pabrik produksi CPO jika perkebunan baru sudah mulai berproduksi empat tahun mendatang.
Seperti diketahui, RNI terus menambah lahan perkebunan sawit. Hingga 2013, perusahaan ini menargetkan pembukaan lahan sawit baru hingga 100.000 ha dengan investasi mencapai Rp 1,2 triliun. Dari target tersebut, tahun ini diperkirakan lahan perkebunan sawit baru yang berhasil digarap mencapai 20.000 ha.

Ismed mengklaim, perusahaannya sebenarnya bisa membuka lahan sawit hingga 40.000 ha tahun ini. Namun, dia beralasan, karena kesulitan bibit maka hanya 20.000 ha yang akan direalisasikan. Untuk April ini, RNI sudah membuka lahan seluas 7.500 ha.

Selain akan merealisasikan pembukaan kebun baru, investasi juga dibutuhkan untuk membangun pabrik minyak goreng di Sumatera Selatan pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×