Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya pemerintah merealisasikan target swasembada energi menghadapi tantangan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Pasalnya, produksi minyak nasional diproyeksikan stagnan bahkan terancam anjlok di kisaran 580.000 barel oil per day (BOPD) hingga tahun 2030 jika kegiatan eksplorasi baru tidak segera diakselerasi.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengungkapkan, pemicu potensi penurunan produksi tersebut adalah tingginya laju penurunan alamiah (decline rate) pada lapangan-lapangan migas eksisting di Indonesia. Kondisi penurunan produksi secara agresif ini membuat realisasi lifting migas nasional terus menjauh dari target ideal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Baca Juga: JICT Percepat Transformasi Green Port melalui Elektrifikasi Peralatan Pelabuhan
"Data SKK Migas mencatat decline rate minyak nasional periode 2020–2025 berkisar antara 13,4% hingga 30,2% per tahun (rata-rata 22,3% per tahun). Sedangkan untuk gas, decline rate berkisar antara 5,2% hingga 15,8% per tahun (rata-rata 12,0% per tahun)," kata Komaidi dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Komaidi menjelaskan, lesunya kegiatan eksplorasi berisiko memperlebar defisit antara konsumsi dan produksi minyak nasional hingga mencapai 1,35 juta BOPD pada 2030. Ketimpangan pasokan tersebut diyakini akan memperberat beban devisa negara hingga puluhan miliar dolar AS untuk kebutuhan impor minyak mentah dari pasar global.
Di sisi lain, minimnya realisasi pengeboran sumur eksplorasi dalam beberapa tahun terakhir akibat kendala operasional turut memperlambat penemuan cadangan baru. Padahal, potensi teknis hulu migas Indonesia tergolong sangat prospektif, didukung oleh angka keberhasilan geologis yang relatif tinggi di kawasan regional.
"Data dan informasi yang ada menegaskan bahwa eksplorasi migas memiliki peran penting dan akan menjadi kunci utama dalam pencapaian target swasembada energi nasional," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














