kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Produksi Turun 40%, Harga Cabai Makin Pedas


Jumat, 16 Juli 2010 / 12:11 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |



JAKARTA. Harga cabai diprediksi bakal makin pedas; alias terus naik. Pasalnya, cuaca yang tidak menentu membikin produksi cabai tetap rendah. Lihat saja pada bulan Mei dan Juni 2010 lalu, produksi cabai petani diperkirakan turun 40% dibandingkan hari-hari biasanya saat cuaca teratur.

“Biasanya produksi cabai per bulan 100.000 ton; sementara itu pada bulan Mei dan Juni 2010 lalu ada penurunan antara 40-50%,” kata Didik Sudiana, Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia di Jakarta, Jumat (16/7).

Biasanya, dalam setahun produksi cabai nasional mencapai 1,2 juta ton. Hanya saja, produksi ini kemungkinan akan mengalami penurunan karena faktor cuaca.

Memang, tidak seluruh daerah mengalami penurunan produksi. Beberapa daerah melaporkan produksinya masih normal seperti Bali dan Lampung. Namun, produksi daerah tersebut tidak bisa semerta-merta diusung ke Jakarta. “Produksinya diutamakan untuk menyuplai daerah masing-masing,” kata Didik.

Dalam kondisi cuaca tidak menentu, dengan curah hujan yang tinggi, membikin produktivitas cabe turun. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan cabai rentan terkena penyakit. Ujung-ujungnya, harga cabai pun terkerek naik. “Ini bukan ulah spekulan,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×