kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Produsen Caladine perkuat jaringan pemasaran


Selasa, 07 Mei 2013 / 07:24 WIB
Produsen Caladine perkuat jaringan pemasaran
ILUSTRASI. Pegawai dengan penghasilan Rp 20,8 juta ke atas bisa kena pajak atas fasilitas


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. PT Galenium Pharmasia Laboratories memprediksi pendapatan tahun ini bisa tumbuh di atas 10%. Salah satu strateginya, Galenium akan genjot penjualan produk personal skin care (PSC).

Demi memenuhi target itu, Galenium menggandeng perusahaan distribusi dan logistik, PT Yasa Mitra Perdana dan PT Atri Distribusindo. Strategi ini untuk menjangkau wilayah timur Indonesia dan menambah jaringan distribusi di pasar ritel modern. "Kami mengharapkan growth bisa double digit tahun ini. Apalagi, pertumbuhan produk skin care masih prospektif," kata Direktur Galenium, Juzardi Joesoef, Senin (6/5).

Pertumbuhan pasar produk skin care domestik diperkirakan mencapai 10%-11%. Galenium ingin memperluas jangkauan distribusi ke pasar ritel modern lantaran selama ini 65% penjualan berasal dari pasar tradisional. "Dengan kerjasama ini, kami mengharapkan porsi pasar modern dan pasar tradisional menjadi seimbang," kata Juzardi.

Galenium saat ini memiliki dua kategori produk. Pertama, produk skin care dengan brand Caladine, JF Sulfur, Oilum, dan Belsoap. Kedua, produk obat ethical atau dengan resep dokter dan obat bermerek atau over the counter (OTC), seperti obat untuk diare yaitu Laxadine. Pendapatan terbesar Galenium masih berasal dari produk skin care yang mencapai 70% total pendapatan. Adapun produk ethical dan OTC menyumbang sekitar 30% pendapatan.

Galenium juga akan mengerek volume produksi 30% tahun ini serta  ingin memperkuat pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Eropa Tengah. Kontribusi pasar ekspor masih kecil, yakni di bawah 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×