kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.159   -15,00   -0,09%
  • IDX 7.542   -51,66   -0,68%
  • KOMPAS100 1.038   -11,93   -1,14%
  • LQ45 743   -13,09   -1,73%
  • ISSI 273   -2,10   -0,77%
  • IDX30 400   -1,41   -0,35%
  • IDXHIDIV20 486   -3,54   -0,72%
  • IDX80 116   -1,56   -1,33%
  • IDXV30 139   0,55   0,40%
  • IDXQ30 128   -1,25   -0,97%

Produsen Kemasan Kertas Menadah Berkah dari Kenaikan Harga Plastik


Selasa, 21 April 2026 / 11:33 WIB
Diperbarui Selasa, 21 April 2026 / 11:35 WIB
Produsen Kemasan Kertas Menadah Berkah dari Kenaikan Harga Plastik
ILUSTRASI. Kinerja ALDO Membaik, Terbukti Pendapatan Tumbuh 10% YoY (Dok/PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO))


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kelangkaan plastik yang dirasakan industri pengguna kemasan, peralihan ke penggunaan kemasan kertas mulai mencuat.

Hal ini salah satunya dirasakan oleh produsen kemasan kertas cokelat, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). Direktur Utama Alkindo Naratama, Herwanto Sutanto mengatakan, permintaan produk kemasan subtitusi plastik seperti kertas telah meningkat, terutama untuk kemasan makanan (food packaging).

"Plastik saat ini bukan hanya terjadi kenaikan harga, tetapi pengadaannya yang jadi isu. Di lain sisi, permintaan kertas saat ini diperkirakan akan terus bergeser ke arah positif," kata Sutanto saat ditemui Kontan di Jakarta, Senin (21/4/2026).

Baca Juga: AMDATARA: Kenaikan Harga Jual Produk Bisa Diatasi Lewat Kolaborasi Pemerintah

Sebelum konflik Timur Tengah, ALDO telah memperkenalkan kertas cokelat sebagai upaya meminimalisasi penggunaan kemasan polistyren atau styrofoam yang dibanderol dengan harga murah. Peningkatan penjualan kertas cokelat pun terus terjadi.

"Tapi dengan adanya kelangkaan plastik ini terjadi percepatan permintaan," lanjutnya.

Dengan begitu, Sutanto menyebut penjualan kemasan kertas ALDO telah meningkat sekitar 20% hingga 30% sejak awal tahun. Ia pun memproyeksikan, jika perang berlanjut, lonjakan permintaan kertas akan tumbuh lebih signifikan dalam tiga sampi empat bulan ke depan. Secara paralel, tak hanya domestik, permintaan ekspor juga telah meningkat.

Senada, PT Payung Rejeki Indonesia, produsen kemasan kertas merek GRADE, juga merasakan peningkatan permintaan meski tak di semua segmen.

Marketing Manager Payung Rejeki Indonesia, Adrian Nada mengatakan, lonjakan permintaan terjadi di segmen kemasan untuk usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) penjual gorengan atau makanan-minuman (mamin) yang sekarang sudah banyak beralih ke kemasan kertas.

"Karena bagi segmen UMKM, kenaikan sedikit saja pada harga pokok produksi (HPP) pasti sangat berpengaruh terhadap penjualan," kata Adrian saat dihubungi Kontan secara terpisah, Minggu (19/4/2026).

Sementara, ia mencermati pada segmen menengah seperti hotel, restoran, kafe (horeca) tak tampak peningkatan permintaan yang signifikan. Sebab, lanjut Adrian, pasar segmen ini telah teredukasi untuk menggunakan produk kertas sebelum ada kenaikan harga plastik. 

Sebagai strategi, Adrian bilang pihaknya akan terus memasifkan kampanye penggunaan kertas sebagai kemasan, khususnya melalui pemasaran digital.

Untuk diketahui, Payung Rejeki Indonesia melayani permintaan kemasan kertas dengan kategori cake liner, doilies paper, paper bag, paper base, wrap, tableware, hingga headwear.

Baca Juga: Multimoda, Supply Chain, dan AI Dorong Efisiensi Logistik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×