Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah untuk mulai mengimplementasikan program mandatori biodiesel 50% (B50) pada 1 Juli mendatang mendapat soroton.
Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai kebijakan tersebut perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak membebani operasional industri.
Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto memandang kebijakan B50 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya kesiapan teknis di lapangan mengingat tenggat waktu pelaksanaan yang relatif singkat.
Baca Juga: Kenaikan Tiket Pesawat Dipicu Lonjakan Biaya Avtur
"Kami melihat kebijakan B50 ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Namun demikian, kami juga melihat implementasinya perlu dilakukan secara hati-hati dan terukur. Timeline yang ada saat ini relatif singkat, sehingga penting untuk memastikan kesiapan di lapangan," ujarnya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).
Terkait aspek teknis, Carmelita menyebut, saat ini masih menunggu hasil pembaruan mengenai kesiapan mesin-mesin kapal. Dia bilang, sektor pelayaran terus dilibatkan dalam proses uji coba, di mana rencananya akan ada uji coba lanjutan untuk kapal pada bulan Juni mendatang sebelum adanya eskalasi di Timur Tengah.
Di samping itu, Carmelita tak menampik adanya potensi pembengkakan biaya, berkaca pada implementasi B20 hingga B40 sebelumnya. Hal ini dipicu oleh karakteristik biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) yang bersifat higroskopis atau menyerap air, sehingga memerlukan penanganan ekstra pada sistem penyimpanan bahan bakar di kapal.
"Memang ada potensi peningkatan biaya, terutama di tahap awal karena adanya proses adaptasi pada kapal. Karakteristik biodiesel memerlukan perhatian lebih dalam penyimpanan dan penanganannya. Kalau tidak dikelola dengan baik, ini bisa berdampak pada mesin, seperti terbentuknya sludge, yang pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan," pungkasnya.
Baca Juga: Mesin Cuci dengan AI ke Indonesia Saat Daya Beli Lesu, Pasar Sensitif Harga & Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













