kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.684   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.641   44,90   0,68%
  • KOMPAS100 868   9,16   1,07%
  • LQ45 659   7,34   1,13%
  • ISSI 231   1,43   0,63%
  • IDX30 369   3,99   1,09%
  • IDXHIDIV20 457   5,85   1,30%
  • IDX80 99   1,09   1,11%
  • IDXV30 126   2,20   1,77%
  • IDXQ30 118   1,63   1,40%

Program Mandatori Bahan Bakar E20 Masuki Kajian, Pasokan Etanol Jadi Tantangan


Kamis, 03 September 2026 / 12:59 WIB
Program Mandatori Bahan Bakar E20 Masuki Kajian, Pasokan Etanol Jadi Tantangan
ILUSTRASI. ESDM terus menggalakan program biofuel dan memulai pendalaman penerapan mandatori campuran bahan bakar bensin E20 dengan 20% bioetanol (ANTARAFOTO/SYAIFUL ARIF)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggalakan program biofuel, di mana kali ini bakal memulai pendalaman penerapan mandatori campuran bahan bakar bensin E20 dengan 20% bioetanol alias E20.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, program E20 bakal diimplementasikan dengan diawali pembahasan yang komprehensif.

"Kita melakukan kickoff program (E20) itu artinya kita masih diskusi dulu sama semua stakeholder untuk menentukan apa spek yang harus kita tentukan untuk dicampur ke bensin, itu ada spesifikasi khusus," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Tetra Pak Bidik Peluang Hilirisasi Industri Kelapa Indonesia

Eniya mengungkapkan, setiap campuran untuk program E10 maupun E20 bakal memiliki spesifikasi yang berbeda. Oleh sebab itu, diperlukan kajian yang mendalam sebelum penerapan.

Adapun salah satu tantangan dalam penerapan E20 adalah terkait pasokan etanol. Di mana, Eniya menyebutkan, saat ini produksi etanol dalam negeri masih ada di rentang 70.500 kilo liter per tahun.

Sementara itu, Eniya menuturkan, kebutuhan etanol pada program mandatori E10 saja dibutuhkan paling tidak 1,2 juta kiloliter etanol pada tahun 2027.

"Feedstock-nya harus digalang, kalau feedstocknya untuk tahun depan E10 saja butuh sekitar kalau nggak salah 1,2 juta, tetapi kita hanya bisa sekarang terhitungnya itu 70.500 kiloliter per tahun," ungkapnya. 

Baca Juga: MR.DIY Kejar Target Buka 270 Toko Tahun Ini

Atas dasar tersebut, pihaknya bakal mendorong investasi untuk bahan baku etanol itu sendiri. Pemerintah pun tengah menggenjotnya masuknya investor agar berkontribusi dalam pembangunan pabrik.

"Saya ingin mendorong investasi etanol itu secepat mungkin, bahkan hitungan kita di 2027 harus ada 20 pabrik," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×