kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.023   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.177   180,02   3,60%
  • KOMPAS100 663   31,95   5,06%
  • LQ45 516   27,94   5,72%
  • ISSI 177   5,12   2,97%
  • IDX30 290   16,87   6,17%
  • IDXHIDIV20 380   23,10   6,47%
  • IDX80 76   3,84   5,30%
  • IDXV30 106   5,59   5,55%
  • IDXQ30 96   6,12   6,82%

Dikebut, PLTS Terapung Tembesi di Batam Rampung 74%


Selasa, 20 Oktober 2026 / 09:30 WIB
Diperbarui Selasa, 20 Oktober 2026 / 09:36 WIB
Dikebut, PLTS Terapung Tembesi di Batam Rampung 74%
ILUSTRASI. PLTS Trembesi di Batam (PLN NR/PLN NR)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Batam, Kepulauan Riau, memasuki tahap lanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi. Hingga Oktober 2026, progres pembangunan pembangkit berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) tersebut telah mencapai sekitar 74%.

Proyek PLTS ini tidak hanya menambah pasokan energi bersih, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan Waduk Tembesi yang selama ini berfungsi sebagai sumber air baku bagi Batam. Dengan memanfaatkan sekitar 42 hektare atau 5% dari luas waduk, proyek ini mengintegrasikan fungsi penyediaan air dengan produksi energi terbarukan.

PLTS Terapung Tembesi dikembangkan oleh PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE), perusahaan patungan antara PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PT Batam Tirta Surya (BTS). Setelah beroperasi, pembangkit ini diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 61 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Produksi listrik diperkirakan mampu memasok kebutuhan energi hingga 40.880 rumah tangga sekaligus menekan emisi karbon sekitar 51.000 ton per tahun. Direktur Utama PLN Nusantara Renewables Kuswara mengatakan, kemajuan pembangunan PLTS Terapung Tembesi menjadi tahapan penting untuk menghadirkan manfaat energi bersih bagi masyarakat Batam.

Baca Juga: Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026

“Kemajuan sistem penambatan dan pemasangan modul surya membawa PLTS Terapung Tembesi semakin dekat untuk memberikan manfaat nyata di Batam. Capaian ini perlu dijaga dengan memastikan seluruh pekerjaan berikutnya berjalan aman, berkualitas, dan terintegrasi dengan baik,” ujar Kuswara dalam keterangan tertulis kepada KONTAN, Selasa (20/10).

Dari sisi konstruksi, proyek ini telah menyelesaikan seluruh proses perizinan dan menempatkan sebagian besar peralatan utama di lokasi. Pekerjaan yang masih berjalan antara lain pembangunan gedung kendali atau control building serta pemasangan sistem penambatan dan modul surya.

Pemasangan sistem penambatan telah rampung di seluruh titik yang ditentukan. Komponen ini berfungsi menjaga posisi panel dan struktur pembangkit tetap stabil selama beroperasi, dengan mempertimbangkan kedalaman waduk, perubahan muka air, serta kemiringan dasar waduk.

Sementara itu, pemasangan modul fotovoltaik atau photovoltaic module (PV module) telah mencapai kapasitas 38 MWp, setara sekitar 82% dari total kapasitas pembangkit yang direncanakan.

Baca Juga: Green Power (LABA) & Oscar Investama Dirikan GOIN, Bidik Bisnis Sewa Baterai Truk EV

PLTS Terapung Tembesi juga menggunakan panel surya bifasial yang dapat menyerap sinar matahari dari kedua sisi. Teknologi ini ditujukan untuk mengoptimalkan penyerapan energi surya dan mendukung kinerja pembangkit dalam kondisi pencahayaan yang bervariasi.

Meski demikian, pembangunan pembangkit di atas perairan memiliki tantangan pengerjaan. Selain soal standar keselamatan pekerjaan juga soal kehati-hatian dalam hal fungsi Waduk Tembesi sebagai sumber air baku.

Pemanfaatan waduk untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas pengembangan energi terbarukan tanpa harus menyediakan seluruh kebutuhan lahan di daratan. Namun, manfaat proyek ini tetap perlu ditopang pengelolaan yang memastikan kegiatan pembangkitan listrik tidak mengganggu fungsi utama waduk.

Baca Juga: APKASINDO Sebut Baru 7% Kebun Sawit Rakyat Siap Hadapi EUDR

Dengan kapasitas 46 MWp dan potensi pengurangan emisi sekitar 51.000 ton karbon per tahun, PLTS Terapung Tembesi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan energi rendah karbon di Batam. Realisasi manfaat tersebut akan bergantung pada penyelesaian konstruksi, pengoperasian pembangkit, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×