kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Seleksi administrasi tender IPP Jawa I dimulai


Minggu, 28 Agustus 2016 / 22:00 WIB


Reporter: Syifa Fauziah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Semanjak dibukanya pendaftaran pengajuan dokumen tender pada 28 Juli 2016 lalu, terdapat beberapa konsorsium yang memasukkan tender untuk proyek pembangkit listrik IPP Jawa Satu.

Walaupun sempat terjadi perubahan waktu pendaftaran, beberapa konsorsium menyatakan ketertarikannya terhadap proyek pembangkit listrik dengan biaya investasi lebih dari US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso. “Terdapat beberapa konsorsium yang tertarik dalam tender ini,” ujarnya kepada KONTAN, Minggu (28/8).

Namun, Iwan tidak merinci siapa saja yang ikut dalam tender tersebut. Menurut Iwan, dalam menentukan siapa pemenangnya harus melalui beberapa proses. Nantinya, dokumen yang masuk akan melalui proses evaluasi juga seleksi administrasi. Proses ini akan berlangsung selama dua minggu sampai satu bulan.

Setelah proses tersebut, nantinya akan dikeluarkan Letter of Intent (LOI) atau surat penunjukan siapa konsorsium yang terpilih. Tak hanya sampai situ, pembahasan dokumen kontrak masih akan terus berlangsung.

“Singkat dan lamanya proses tergantung seberapa banyak dan seberapa detail dokumen kontrak yang dibahas,” ujar Iwan.

Ia menambahkan sampai sebelum akhir tahun ini sudah akan ada nama pemenang dan secepatnya proyek ini dapat terealisasi. Konsorsium yang terpilih nantinya diharapkan memiliki kriteria yang ditentukan, seperti kekuatan pendanaan juga teknis yang mumpuni.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang dibangun di Muara Tawar ini terbilang raksasa. Pasalnya, pembangkit berbahan gas dengan kapasitas 2 x 800 MW menjadi salah satu proyek terbesar dan terpenting dalam bagian proyek listrik 35.000 MW. Asal tahu, kebutuhan untuk pembangkitnya saja dapat mencapai 250 MMSCFD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×