kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Prospek Industri Baja Membaik di Semester II, Tapi Permintaan Masih Pulih Bertahap


Minggu, 05 Juli 2026 / 07:27 WIB
Prospek Industri Baja Membaik di Semester II, Tapi Permintaan Masih Pulih Bertahap
ILUSTRASI. Pabrik pembuatan pipa baja milik PT SPINDO (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Industri baja nasional diperkirakan memasuki fase pemulihan pada semester II 2026 setelah melewati paruh pertama yang lesu.

Namun, perbaikan permintaan diprediksi masih berlangsung bertahap seiring lemahnya aktivitas manufaktur dan derasnya tekanan produk baja impor.

Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, prospek industri baja pada semester kedua akan sangat ditentukan oleh percepatan aktivitas ekonomi, realisasi proyek konstruksi dan infrastruktur, serta meningkatnya kinerja sektor manufaktur sebagai konsumen utama baja.

Meski demikian, kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya pulih. 

Baca Juga: Prospek Industri Baja Nasional Semester II 2026 Mulai Membaik

Hal itu tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang turun ke level 46,9 pada Juni 2026, menandakan sektor manufaktur masih berada dalam fase kontraksi.

"Di sisi lain, industri baja nasional menghadapi persaingan yang makin ketat akibat meningkatnya tekanan baja impor," ujar Harry kepada KONTAN, Jumat (3/7/2026).

IISIA pun memandang prospek semester II 2026 dengan optimisme yang tetap terukur. 

Menurut Harry, pemulihan industri membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu menggerakkan sektor-sektor pengguna baja sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat.

Baca Juga: Memasuki Semester II 2026, Industri Baja Mengincar Pemulihan Permintaan

Pasar domestik diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan industri, terutama dari sektor konstruksi, infrastruktur, manufaktur, otomotif, dan berbagai proyek investasi. 

Sementara itu, peluang ekspor masih terbuka bagi produk baja yang memiliki daya saing di pasar regional dan negara berkembang, meski tetap dibayangi lemahnya permintaan global, kelebihan kapasitas (excess capacity), serta meningkatnya kebijakan proteksi perdagangan di berbagai negara.

Pandangan serupa disampaikan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP). Chief Strategy and Business Development Officer sekaligus Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johanes W. Edward memperkirakan kondisi pasar baja pada semester II akan lebih baik dibandingkan enam bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Ada Harapan Baru! Spindo (ISSP) Prediksi Permintaan Baja Bangkit pada Semester II

Menurutnya, peningkatan pembangunan infrastruktur, berlanjutnya proyek-proyek swasta, serta belanja sektor manufaktur akan menjadi pendorong utama permintaan baja hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×