kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Proton bisa dapat berbagai kemudahan


Senin, 09 Februari 2015 / 09:46 WIB
ILUSTRASI. 8 Ciri-Ciri Utama Makhluk Hidup yang Membedakannya dengan Benda Mati.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Baru-baru ini perusahaan asal Indonesia milik AM Hendropriyono, PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) menandatangani kerjasama dengan prinsipal asal Malaysia, Proton Holdings Berhad.

Dukungan Presiden RI, Joko Widodo pun mengalir dengan menghadiri penandatanganan tersebut. Bahkan, disebut-sebut, kerjasama dengan Proton itu akan dijadikan sebagai mobil nasional.

Meski belakangan Menteri Perindustrian Saleh Husin telah mengklarifikasi informasi yang beredar, bahwa tidak benar pemerintah telah menetapkan pengembangan mobil nasional dengan Proton.

Saat dikonfirmasi, walaupun kerjasama hanya bersifat business to business (B2B), namun dengan dukungan positif dari pemerintah Proton bisa saja mendapat kemudahan-kemudahan.

Saleh mengatakan, pemerintah selalu meminta investor yang akan masuk ke Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain.

“Maka, kita memberikan berbagai rangsangan, baik insentif fiskal maupun insentif berbagai kemudahan, tapi tentu sesuai aturan-aturan yang ada,” kata Saleh kepada Kompas.com, Jakarta, Minggu (8/2).

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai ada baiknya kerjasama yang dilakukan tidak hanya berupa perakitan. Proton diharapkan bisa membangun industri hulu di Indonesia.

“Tidak masalah mau kerjasama, kalau Proton mau bangun industri hulu. Karena setahu saya, mereka sudah engineering. Dengan kerjasama ini dilakukan, kita tidak boleh kehilangan momentum untuk mendapat nilai tambah. Jadi, benar-benar industri yang dibangun. Bukan perakitan,” ucap Enny. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×