kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Proyek Bambu Merah Masuk Tahap Fabrikasi, Pertamina EP Target Onstream 2026


Jumat, 23 Januari 2026 / 20:00 WIB
Proyek Bambu Merah Masuk Tahap Fabrikasi, Pertamina EP Target Onstream 2026
ILUSTRASI. PT Pertamina EP (PEP) Adera Field (DOK/Pertamina) Pertamina EP bersama SKK Migas resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package dalam Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH).


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package dalam Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU). Proyek ini ditargetkan onstream pada 2026.

Tahap awal ini ditandai dengan First Cutting Ceremony yang digelar di workshop fabricator di Cikarang, Jawa Barat, akhir 2025.

Tahapan first cut of steel dilakukan sebagai awal pekerjaan fabrikasi unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU) dan gas scrubber.

Kedua fasilitas tersebut merupakan bagian dari peningkatan kapasitas pemrosesan gas Lapangan Bambu Merah.

Baca Juga: TikTok Bantu Brand Maksimalkan Momentum Ramadan, Beri Dampak Nyata dan Terukur

Proyek ini masuk dalam ruang lingkup Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan dan telah memperoleh persetujuan Authorization for Expenditure (AFE) dari SKK Migas.

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas eksisting di SP CLU melalui peningkatan fasilitas produksi.

Nantinya, produksi minyak akan dialirkan ke Booster Station Cilamaya, sementara gas diproses agar memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan digabungkan dengan produksi gas dari lapangan lain. Adapun air terproduksi akan diinjeksi kembali ke sumur injeksi melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU.

Secara keseluruhan, pengembangan struktur Bambu Merah diproyeksikan menghasilkan produksi puncak sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak atau sekitar 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net.

Fasilitas yang dikembangkan meliputi gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit kompresor gas masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD, serta fasilitas pendukung lainnya.

Manager Project Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menyebut tahap fabrikasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Bambu Merah.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan dari SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal penting untuk mencapai target operasional yang telah ditetapkan,” kata Ahmad dalam keterangan resmi, Jumat (23/01/2026).

Menurutnya, seluruh pekerjaan akan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Ia juga mengapresiasi dukungan SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta para mitra kerja dalam pencapaian target proyek.

Sementara itu, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menegaskan proyek ini memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Ia menyatakan pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP Zona 7 dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek HSSE dan tata kelola.

Pekerjaan fabrikasi dikerjakan oleh PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi 280 hari kalender sejak 5 Desember 2025. Setelah tahap fabrikasi rampung, paket DHU dijadwalkan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026 untuk selanjutnya memasuki tahap konstruksi dan commissioning selama dua bulan. Pertamina EP Zona 7 menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi (onstream) pada November 2026.

Baca Juga: Tumbuh 19,65% YoY, PLN Catat Penjualan REC 6,43 TWh Sepanjang 2025

Selanjutnya: Layanan Parkir Berbasis Teknologi Kian Penting bagi Properti Modern

Menarik Dibaca: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026: Sudah 3 Wakil Indonesia Tembus Babak Semifinal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×