kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Proyek Pembangunan di Kabupaten Bombana Terlantar


Selasa, 23 September 2008 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata


Reporter: Yohan Rubiyantoro | Editor: Test Test

UJUNG PANDANG. Penemuan tambang emas di Sungai Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana terus menarik minat masyarakat. Hingga Selasa (23/9) puluhan ribu orang terus mendatangi lokasi penemuan ini untuk ikut menambang.

Di hubungi Kontan, Bupati Bombana Atikkurahman menjelaskan, saat ini jumlah penambang  terus bertambah. Mereka sebagian besar berasal dari kabupaten lain di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Ia memperkirakan komposisi penambang luar dengan penambang masyarakat lokal sudah mencapai 70:30 persen. "Penambang dari luar Bombana masih terus berdatangan," katanya.

Namun, Lanjut Attikurahman, daya tarik tambang emas di Sungai Tahi Ite mulai berdampak negatif pada pembangunan kabupaten Bombana. Pembangunan gedung dan jalan-jalan di kabupaten paling tertinggal di Sulawesi Tenggara itu menjadi tersendat. Pasalnya, banyak tenaga kerja yang lebih memilih untuk mencari emas di sungai ketimbang bekerja seperti biasa. "Banyak tukang batu yang hanya bekerja setengah hari, lalu ikut menambang emas," ujarnya

Pemerintah Kabupaten Bombana mengaku tak kuasa untuk mengekang mereka. Bukan apa-apa, seluruh masyarakat sedang mengalami semacam euforia akibat penemuan tambang emas tersebut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×