kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Proyek PLTU Inalum ditargetkan selesai 2020


Senin, 26 Oktober 2015 / 17:55 WIB
Proyek PLTU Inalum ditargetkan selesai 2020


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter), PT Inalum (Persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x350 Megawatt (MW) di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Proyek pembangkit ini ditargetkan onstream tahun 2020. Direktur Utama Inalum, Winardi mengatakan, saat ini pembangunan PLTU Kuala Tanjung baru masuk tahap awal.

"PLTU ini untuk mendukung pembangunan smelter yang sedang kita kerjakan bersama dengan PT Antam," terangnya, Senin (26/10).

Dia mengklaim, pembangunan PLTU Kuala Tanjung ini merupakan bagian dari mega proyek pembangkit ketenagalistrikan 35.000 MW. Namun pihaknya tidak mengikuti tender lantaran sebagian listriknya digunakan untuk keperluan sendiri. "Lebihnya baru kita jual," jelasnya.

Ia menjelaskan, nantinya dari 2x350 MW tersebut, sekitar 90 MW akan disuplai ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Nah sisanya digunakan untuk kebutuhan smelter.

"Kita ingin yang kualitasnya bagus, karena untuk smelter alumunium ini kan tidak boleh listrik itu mati. Mati tiga jam saja sudah bisa bikin tungku beku dan berarti rusak," urainya.

Winardi menyebutkan nilai investasi untuk membangun PLTU tersebut sekitar US$ 3 miliar. Untuk pasokan batubara PLTU ini, nanti pihaknya akan bekerjasama dengan PT Bukit Asam (Tbk). "Tapi kami cari juga dari yang lain," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×