kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

PSBB DKI Jakarta diperketat, utilitas industri kimia dikhawatirkan akan turun


Sabtu, 12 September 2020 / 05:52 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menginjak rem darurat dan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diyakini akan berdampak negatif bagi berbagai sektor industri, termasuk industri kimia dasar.

Ketua Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida) Michael Susanto Pardi mengatakan, PSBB total di DKI Jakarta diperkirakan bakal memberatkan industri kimia dasar maupun industri hilir lainnya. Dengan adanya kebijakan tersebut, hal ini bisa berdampak pada penurunan kapasitas terpasang atau utilisasi pabrik industri kimia dasar.

“Kalau sekarang berkisar di level 40%-60% dan itu berbeda-beda tergantung produk kimia yang dihasilkan. Apabila PSBB total berjalan, kapasitas tentunya akan turun,” imbuhnya, Jumat (11/9).

Baca Juga: Permintaan pengusaha ritel yang terkena langsung dampak PSBB total di Jakarta

Dia berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi yang terbaik kepada pelaku industri manufaktur nasional, termasuk industri kimia dasar, agar bisa bertahan saat menghadapi pandemi Covid-19. Terlebih lagi, sebenarnya Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan RI sudah memberi masukan agar kebijakan tersebut tidak diberlakukan.

Lebih lanjut, di luar faktor kebijakan PSBB total, saat ini industri kimia dasar nasional sedang menghadapi tantangan berupa serangan produk-produk impor dari luar negeri. Produk kimia tersebut dihargai sangat murah lantaran di tempat asalnya pun telah terjadi kelebihan pasokan. “Oleh karena itu, proteksi terhadap produk kimia dasar yang diproduksi di dalam negeri mestinya diprioritaskan,” tandas Michael.

Selanjutnya: Tak terapkan PSBB, Kota Bogor pilih lanjutkan PSBMK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×