Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada Sabtu (22/3). Pada hari ini, lebih dari 221 ribu pelanggan kereta api jarak jauh dijadwalkan melakukan perjalanan.
Berdasarkan data hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 221.566 pelanggan KA jarak jauh telah terjadwal berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 137,5%. Jumlah tersebut masih berpotensi meningkat seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan tingginya pergerakan ini sejalan dengan tren peningkatan penggunaan kereta api selama periode Lebaran.
“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Minggu (22/3/2026).
Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 hingga 22 Maret 2026 pukul 10.00 WIB telah mencapai 3.910.868 tiket atau 86,9% dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.
Baca Juga: Jasa Marga Catat Rekor Arus Mudik 2026 Capai 270.000 Kendaraan
Dengan demikian, masih tersedia sekitar 587.828 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan arus balik.
Untuk layanan KA jarak jauh, tiket yang terjual mencapai 3.433.667 atau 96,1% dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Artinya, sisa kursi yang tersedia tinggal 138.093.
Sementara itu, pada layanan KA lokal, penjualan tiket tercatat 477.201 tiket atau 51,5% dari total kapasitas 926.936 tempat duduk. Masih terdapat 449.735 kursi yang dapat dimanfaatkan, terutama karena penjualan tiket KA lokal umumnya meningkat mendekati hari keberangkatan.
Selama periode arus mudik 11–21 Maret 2026, KAI telah melayani total 2.226.540 pelanggan, terdiri dari 1.888.827 pelanggan KA jarak jauh dan 337.713 pelanggan KA lokal di wilayah Jawa dan Sumatra.
Volume penumpang KA jarak jauh juga menunjukkan tren kenaikan dengan tingkat okupansi harian yang bahkan melampaui 100% pada sejumlah hari puncak.
Anne menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100% dimungkinkan karena pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian kereta.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda,” jelasnya.
Skema tersebut memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan kapasitas kursi dalam satu lintas perjalanan.
Baca Juga: KAI Catat 3,6 Juta Tiket Terjual Hingga 19 Maret, Masih Ada Tiket Tersedia
Di tengah tingginya permintaan, sejumlah kereta api tercatat memiliki tingkat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026. Di antaranya KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.
Meski demikian, KAI menyebut peluang mendapatkan tiket masih terbuka, terutama melalui alternatif relasi, jadwal keberangkatan berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan.
KAI juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel.
“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne.
Baca Juga: Angkutan Lebaran 2026: Tiket KAI Sudah Terjual 1.398.369 Tiket
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













