kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.187   -68,00   -1,09%
  • KOMPAS100 820   -10,76   -1,29%
  • LQ45 621   -3,20   -0,51%
  • ISSI 212   -1,59   -0,75%
  • IDX30 353   -1,41   -0,40%
  • IDXHIDIV20 433   -2,03   -0,47%
  • IDX80 93   -0,69   -0,74%
  • IDXV30 115   -1,19   -1,02%
  • IDXQ30 114   -0,03   -0,03%

Puncak Musim Kemarau Dorong Penjualan AC, Sharp Pasang Target Segini


Rabu, 17 Juni 2026 / 14:30 WIB
Puncak Musim Kemarau Dorong Penjualan AC, Sharp Pasang Target Segini
ILUSTRASI. Musim panas ekstrem diprediksi terjadi pada Agustus 2026, kondisi ini diprediksi mendorong penjualan AC Sharp naik 8-10%.  (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren penjualan air conditioner (AC) menunjukkan peningkatan seiring memasuki musim kemarau di Indonesia. Dengan puncak musim panas diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, permintaan terhadap perangkat pendingin ruangan diproyeksikan terus meningkat.

Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan tren kenaikan penjualan AC sudah mulai terlihat sejak April 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penjualan AC Sharp meningkat sekitar 8% hingga 10%.

"Tren penjualan mulai naik dari April 202626 sampai sekarang. Kenaikan sekitar 8 sampai 10%," ujar Andry Adi Utomo kepada Kontan, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Adopsi Kecerdasan Buatan Meningkat, Infrastruktur Digital Menjadi Kunci

Momentum musim panas tersebut mendorong Sharp menargetkan penjualan AC mencapai 500.000 unit selama periode April hingga September 2026. Perusahaan memperkirakan penjualan bulanan akan mencapai titik tertinggi pada Agustus mendatang.

"Target penjualan April sampai September Sharp : 500.000 unit. Dan saat puncak (Agustus) sekitar 100.000 per bulan," kata Andry.

Menurut Andry, lonjakan permintaan diperkirakan semakin kuat pada Agustus karena periode tersebut bertepatan dengan cuaca yang lebih ekstrem dan berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap pendingin ruangan meningkat.

Harga AC Ikut Naik Akibat Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Biaya Bahan Baku

Di tengah meningkatnya permintaan, harga AC juga mengalami kenaikan. Andry menjelaskan bahwa penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah serta meningkatnya harga komponen utama, khususnya tembaga, menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian harga.

"Kenaikan harga lebih karena USD menguat dan komponen tembaga yang naik. Naik sekitar 10%," kata Andry.

Baca Juga: Buyer Batubara Mulai Bertanya soal DSI, APBI Minta Transisi Tak Ganggu Kontrak

Kenaikan biaya produksi tersebut membuat harga jual AC di pasar turut mengalami penyesuaian sekitar 10%.

Gabel Prediksi Penjualan AC Tumbuh Hingga 20%

Optimisme terhadap pasar AC juga disampaikan oleh Gabungan Industri Elektronika dan Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel). Organisasi tersebut memperkirakan penjualan AC nasional akan terus meningkat selama puncak musim kemarau.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabel, Daniel Suhardiman, memproyeksikan penjualan AC pada Juli hingga Agustus 2026 akan tumbuh sekitar 10% hingga 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×