Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) optimistis bisa membukukan laba bersih untuk tahun buku 2026 usai akuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung, yang merupakan bagian dari Tjokro Group.
Untuk 2026, GPSO mengincar penjualan sebesar Rp 92,47 miliar atau meningkat sekitar 1.584% dibandingkan dengan realisasi 2025 alias Year on Year (YoY) yang mencapai Rp 5,49 miliar.
Dengan lonjakan target pendapatan itu, GPSO menargetkan laba tahun berjalan pada 2026 sebesar Rp 10,36 miliar. Ini berbalik dari posisi rugi sebesar Rp 3,18 miliar pada 2025.
Baca Juga: Menperin Bertemu Menkeu, Bahas Hambatan Usaha di Industri Manufaktur
Manajemen GPSO menyampaikan target tersebut mencerminkan GPSO dalam memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kontribusi dari lini usaha utama.
Berdasarkan keterbukaan informasi, GPSO juga telah mengumumkan berencana beralih haluan menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu.
Di mana, GPSO berencana mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estate, dan perdagangan besar mesin industri.
“Ini merupakan bagian dari visi Tjokro Group untuk menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap (one stop solution for mechanical) yang menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir,” tulis Manajemen GPSO, Selasa (5/5/2026).
Untuk mendukung operasional baru, pada tahap awal, GPSO akan mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa tanah seluas 15.400 m2 di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting).
“Kami meyakini prospek usaha dan tahun-tahun mendatang tetap menunjukkan arah yang positif, didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang stabil serta pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, Manajemen GPSO menilai meningkatnya kebutuhan akan efisiensi, presisi, dan digitalisasi dalam sektor konstruksi, pertambangan, serta tata ruang juga menjadi katalis positif bagi industri jasa survei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













