kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Qualcomm habiskan US$ 36 miliar untuk R&D


Jumat, 21 Agustus 2015 / 16:25 WIB


Reporter: | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Qualcomm Incorporated merayakan hari jadinya yang ke-30. Selama perjalanan bisnis dalam kurun waktu tersebut, produsen chipset asal San Diego, Amerika Serikat ini telah banyak menghabiskan uang untuk riset dan pengembangan atau research & development (R&D).

"Sejak didirikan pada 1985 hingga saat ini, Qualcomm secara global telah investasi US$ 36 miliar untuk R&D," kata Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia, (21/8). Sayang, dia tidak bisa merinci porsi R&D untuk Indonesia. Alasannya, R&D dilakukan secara terpusat, sehingga tidak ada alokasi khusus untuk negara tertentu.

Perkembangan teknologi belakangan ini memang sangat cepat. Sehingga, inovasi harus terus dilakukan. Bahkan, industri teknologi sudah harus memiliki prototipe teknologi tertentu yang selalu lebih maju dari teknologi yang sedang nge-hits dimasa sekarang.

Oleh sebab itu, R&D wajib dilakukan secara terus menerus dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. "Karena sekarang, kami sudah memiliki teknologi (chipset) yang bisa memenuhi keinginan dan tren pasar lima tahun kedepan," pungkas Shannedy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×