kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Radiasi nuklir di Jepang tidak pengaruhi ekspor sayuran dari Indonesia


Minggu, 20 Maret 2011 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik menunjukan pesan bersama dalam melawan virus Covid-19 di depan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah, Depok, Jawa Barat, Senin (06/04).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menurut Pengusaha Bob Sadino, pasca terjadinya gempa yang disusul radiasi nuklir dan kerusakan hebat di Jepang, ekpor sayur dari Indonesia ke Jepang masih relatif stabil. "Tidak ada kendala yang berarti selain daripada kondisi produksi sayur dalam negeri," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (20/3).

Bob menjelaskan, yang mengalami bencana itu hanya Jepang di bagian utara saja. Justru ekspor dari Indonesia sempat beberapa kali tidak bisa memenuhi permintaan sayur-sayuran ke Jepang karena suplai yang dimiliki tidak mencukupi. Terganggunya suplai bahan makanan dari Indonesia disebabkan musim hujan yang selama ini berlangsung lama dan tidak menentu.

Menurut Bob, selama ini, Indonesia mengekspor sayuran-sayuran seperti terong, bayam dan ubi-ubian (ubi jalar). Peluang-peluang yang dimiliki Indonesia untuk terus mengekspor berbagai jenis bahan makanan ke Jepang tetap ada. Sebab para pengusaha Indonesia setiap saat tetap peka melihat peluang.

Selama ini, ekspor sayur-sayuran dari Indonesia ke Jepang tetap stabil, sekitar satu kontainer tiap minggu. Meskipun perusahaan Bob yang menjadi pemain tunggal dari Indonesia, tapi Indonesia masih kalah bersaing dengan pengekspor China dan Thailand. "Harga dari China itu jauh lebih murah dari Indonesia,"imbuh Bob.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×