kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Ramalan hujan giring harga gandum anjlok


Rabu, 01 September 2010 / 08:46 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno, Bloomberg |

CHICAGO. Harga gandum anjlok untuk yang pertama kalinya dalam empat sesi berturut-turut ditengah spekulasi bahwa curah hujan yang ditengarai bakal mengerek hasil panenan gandum di AS maupun Australia.

"Adanya curah hujan di bagian selatan Great Plains akan meningkatkan kadar kelembapan di wilayah dimana petani gandum menyiapkan penanaman gandum untuk khusus musim dingin," kata Larry Glenn, Analis Frontier Ag in Quinter, Kansas. Western Australia. Menurut Glenn, wilayah tersebut agak kering sehingga membutuhkan air dan kelembapan untuk penanamannya.

Harga kontrak gandum untuk pengiriman Desember anjlok 18,75 sen atau 2,7% dan ditutup di level US$ 6,8575 per bushel di Chicago Board of Trade, Selasa (31/8) setelah sebelumnya melonjak 1,3%.

Sepanjang bulan ini, harga kontrak gandum naik 3,7% dan sempat menyentuh US$ 8,68 per bushel pada 6 Agustus 2010 lalu; level yang paling tinggi dalam dua tahun terakhir seiring dengan kekeringan yang melanda Rusia yang menggiring Rusia menahan ekspor gandumnya hingga akhir tahun nanti.

Menurut CBH Group, di wilayah bagian barat Australia, curah hujan yang lebih tinggi lagi dibutuhkan untuk menyurung penanaman maupun panenan. Peramal cuaca Dan Goddard dari Bureau of Meteorology menyebutkan, sebagian wilayah di Negeri Kanguru ini kemungkinan akan mendapatkan hujan minggu ini.

Tahun lalu, AS merupakan eksportir gandum terbesar di dunia; yang kemudian diikuti oleh Kanada dan Russia, lalu Australia, Ukraina, Kazakhstan dan Argentina.

Di AS, gandum merupakan komoditi pertanian terbesar keempat pada tahun lalu dengan nilai mencapai US$ 10,6 miliar; yang kemudian diikuti oleh jagung, kedelai dan jerami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×