kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ratifikasi tarif kerjasama ASEAN Australia New Zealand telah dilakukan


Kamis, 29 Desember 2011 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Profil tim esports PUBG Mobile Klas DA, pemimpin sementara Final PMGC 2020 Day 1


Reporter: Handoyo | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ratifikasi tarif perjanjian kerjasama perdagangan bebas antara ASEAN-Australia-New Zealand (AANZFTA) sudah dilakukan.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mengatakan, ratifikasi itu telah diumumkan menteri perdagangan Australia dan New Zeland. Meski tak merinci isi ratifikasi itu, yang jelas kerjasama antara tiga wilayah tersebut saling bergantung, serta akan menimbulkan efek positif.

Gita berharap, dengan kerjasama ini bisa meningkatkan investasi di masing-masing negara, tak melulu kerjasama perdagangan.

Menurutnya, Australia sangat maju dalam hal teknologi peternakan. "Sehingga tidak hanya malah pertambangan, tetapi peternakan memiliki propek yang baik," ujar Gita.

Sebelumnya para pengusaha mengkhawatirkan jika perjanjian ini hanya akan menguntungkan kedua negara itu, terutama Australia. Maklum saja, Negeri Kanguru itu memiliki hampir seluruh komoditi yang dibutuhkan Indonesia. Alih-alih menggenjot ekspor, Indonesia malah kebanjiran produk Australia seperti daging sapi, kapas, batubara, dan susu.

Masalah lain, Indonesia belum memiliki undang-undang perdagangan. Padahal, beleid ini bakal mampu memproteksi industri dalam negeri dari serbuan berbagai produk asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×