Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mengungkapkan implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026 memunculkan penyesuaian di awal penerapan, termasuk pada bisnis kartu perdana.
Group Head Corporate Communication & Sustainability EXCL, Reza Mirza, mengatakan perubahan mekanisme registrasi yang lebih ketat dapat memengaruhi ritme aktivasi kartu SIM di lapangan, terutama pada fase transisi dari sistem lama ke sistem biometrik.
“Pada awal implementasi mungkin akan ada masa adaptasi bagi pelanggan dan kanal distribusi. Namun, kami optimistis pasar akan beradaptasi dengan baik dan kebijakan ini justru mendukung pertumbuhan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Reza saat dihubungi Kontan, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Harga Baru Minyakita di Atas Rp 15.700/Liter, Pastikan Tak Bebani
Meski begitu, EXCL mengakui bahwa dalam jangka pendek, bisnis kartu perdana berpotensi mengalami tekanan seiring proses penyesuaian di kanal distribusi dan perubahan pola registrasi yang lebih kompleks dibanding sebelumnya.
Hanya saja, EXCL menekankan bahwa kontribusi kartu perdana terhadap industri telekomunikasi kini semakin menurun. Apalagi, model bisnis operator telah bergeser, dengan pertumbuhan lebih banyak ditopang oleh layanan data dan digital dibandingkan akuisisi pelanggan baru melalui SIM card.
“Secara umum, pertumbuhan bisnis telekomunikasi saat ini semakin didorong oleh layanan data dan digital. Fokus operator tidak hanya pada penjualan kartu perdana, tetapi juga pada pengembangan basis pelanggan yang aktif serta peningkatan kualitas pengalaman pelanggan,” kata Reza.
Menyikapi implementasi tersebut, EXCL menyebut industri telekomunikasi kini lebih berorientasi pada kualitas pelanggan ketimbang jumlah kartu SIM yang beredar di pasar.
Implementasi SIM biometrik pun dinilai akan mempercepat proses tersebut dengan meningkatkan validitas data pelanggan secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













