kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.027   27,00   0,16%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Rempah-rempah Indonesia butuh perhatian pemerintah


Jumat, 11 November 2016 / 19:22 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Perhatian pemerintah untuk mengembangkan tanaman rempah-rempah seperti lada dinilai semakin menurun. Tak heran, produk rempah-rempah yang merupakan kebanggaan Indonesia di masa lalu perlahan-lahan tergerus.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kemtan) luas areal lahan kebun lada dalam kurun waktu 2010-2014 rata-rata mengalami penurunan sebesar 0,75% per tahun. Pada tahun 2014, lahan lada tercatat seluas 178.945 hektare (ha).

Dwi Andreas Santosa, Guru Besar Pertanian IPB mengatakan pemerintah harus kembali melakukan peremajaan terhadap tanaman rempah-rempah termasuk lada. Pasalnya, banyak jenis tanaman rempah-rempah ini tidak lagi diperhatikan pemerintah sehingga banyak yang uzur dan tingkat produktivitasnya pun merosot.

"Pemerintah harus fokus lagi untuk mulai meningkatkan produksi rempah-rempah kita sebab kita memiliki keunggulan kompratif di tanah," ujarnya kepada KONTAN, Jumat, (11/11).

Ia mengatakan ada beberapa jenis tanaman rempah yang hanya tumbuh di Indonesia seperti pala. Bila tidak serius ditangani lewat pemberian bibit unggul dan perhatian kepada petani, maka bukan tidak mungkin tanaman rempah-rempah di Indonesia akan mengalami kemerosotan. Padahal Indonesia pernah berjaya sebagai negara surganya tanaman rempah-rempah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×