kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rempah-rempah Indonesia butuh perhatian pemerintah


Jumat, 11 November 2016 / 19:22 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Perhatian pemerintah untuk mengembangkan tanaman rempah-rempah seperti lada dinilai semakin menurun. Tak heran, produk rempah-rempah yang merupakan kebanggaan Indonesia di masa lalu perlahan-lahan tergerus.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kemtan) luas areal lahan kebun lada dalam kurun waktu 2010-2014 rata-rata mengalami penurunan sebesar 0,75% per tahun. Pada tahun 2014, lahan lada tercatat seluas 178.945 hektare (ha).

Dwi Andreas Santosa, Guru Besar Pertanian IPB mengatakan pemerintah harus kembali melakukan peremajaan terhadap tanaman rempah-rempah termasuk lada. Pasalnya, banyak jenis tanaman rempah-rempah ini tidak lagi diperhatikan pemerintah sehingga banyak yang uzur dan tingkat produktivitasnya pun merosot.

"Pemerintah harus fokus lagi untuk mulai meningkatkan produksi rempah-rempah kita sebab kita memiliki keunggulan kompratif di tanah," ujarnya kepada KONTAN, Jumat, (11/11).

Ia mengatakan ada beberapa jenis tanaman rempah yang hanya tumbuh di Indonesia seperti pala. Bila tidak serius ditangani lewat pemberian bibit unggul dan perhatian kepada petani, maka bukan tidak mungkin tanaman rempah-rempah di Indonesia akan mengalami kemerosotan. Padahal Indonesia pernah berjaya sebagai negara surganya tanaman rempah-rempah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×