kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.509   9,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Revitalisasi Industri Gula Terganjal Masalah Lahan


Kamis, 14 Januari 2010 / 10:21 WIB


Sumber: Kontan |

JAKARTA. Pasokan gula di dalam negeri yang seret telah memicu pemerintah menggelar program revitalisasi industri gula. Selain menambah areal kebun tebu, pemerintah mendorong pembangunan pabrik gula baru. Tapi, program itu sulit berjalan lantaran terganjal masalah lahan.

Karenanya, Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Negara XI Adig Suwandi meminta pemerintah menjamin penyelesaian masalah lahan pabrik dan kebun gula baru. “Karena, kita menghadapi persoalan struktural,” tegasnya, (13/1). Menurut Adig, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Perdagangan perlu berkoordinasi untuk memecahkan masalah pengadaan lahan ini.

Adig bilang, hingga kini, belum ada kawasan budidaya gula yang terintegrasi dengan pabrik di Indonesia. Ini menjadi salah satu penyebab defisit gula saat ini. “Petani bebas beralih dari satu komoditas ke komoditas lain. Makanya, produksi gula tahun lalu meleset dari prediksi 2,9 juta ton jadi 2,7 juta ton,” papar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×