kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Harga Gula Bakal Sulit Turun


Selasa, 12 Januari 2010 / 12:17 WIB
Harga Gula Bakal Sulit Turun


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Naiknya harga gula dalam negeri yang terjadi belakangan ini diperkirakan akan sulit mengalami penurunan harga karena harga gula impor juga mengalami kenaikan. Sementara itu, pemerintah tidak memiliki kebijakan yang efektif untuk menurunkan harga.

“Karena instrumen yang dapat digunakan pemerintah hanya bea masuk, dipastikan dengan harga sangat tinggi, impor hanya berfungsi menambah pasokan,” jelas Adig Suwandi, Sekretaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN), hari ini (12/1).

Adig menjelaskan, harga gula saat ini mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Dalam sepekan terakhir, di Bursa Berjangka London, gula untuk pengapalan Maret 2010 diperdagangkan pada level US$ 721-US$ 731 per ton FOB (free on board). “Ini belum termasuk biaya pengiriman,” kata Adig.

Pemerintah sebenarnya memiliki instrumen menurunkan harga dengan cara menurunkan bea masuk (BM), tetapi nilai penurunan itu menurut Adig, tidak berpengaruh banyak bagi harga jual gula pada konsumen.

Selain penurunan BM, pemerintah juga akan memberikan subsidi kepada kelompok masyarakat demikian. Namun cara ini masih menjadi pembahasan di antar kementerian. “Nilai subsidinya itu masih dibahas,” kata sumber KONTAN di Kementerian Perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×