kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Industri Gula Nasional Masih Tergantung Impor Gula Mentah


Jumat, 08 Januari 2010 / 11:58 WIB
Industri Gula Nasional Masih Tergantung Impor Gula Mentah


Reporter: Raymond Reynaldi |

JAKARTA. Industri gula nasional nampaknya belum bisa melepas ketergantungannya atas impor gula mentah hingga 2014 mendatang.

Pasalnya, berdasarkan proyeksi Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), kebutuhan raw sugar terus meningkat dari 2.483.250 ton di 2010 menjadi 3.018.406 ton pada 2014.

Kebutuhan ini belum termasuk konsumsi gula mentah sebagai bahan baku gula rafinasi bagi industri lainnya, seperti makanan dan minuman, MSG, dan suplemen pakan ternak.

Anggota Kelompok Kerja IV Dewan Gula Indonesia (DGI) Purwono bilang, pemerintah harus komit untuk mengatasi hal tersebut, karena bila masih mengimpor berarti swasembada gula sulit terwujud.

Caranya, kata dia, pemerintah dapat membantu percepatan proses pembebasan lahan yang dapat ditanam tebu untuk dijadikan raw sugar. Pada akhirnya, papar dia, bakal bermunculan pabrik gula penghasil raw sugar.

"Sampai 2014 pun, kalau tidak ada political will dari pemerintah, maka raw sugar akan tetap diimpor," kata Purwono, usai Workshop Pengembangan Industri Raw Sugar, Kamis (7/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×