kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Asosiasi Gula Rafinasi Tidak Bisa Memasukkan Gula untuk Konsumsi


Jumat, 08 Januari 2010 / 11:02 WIB


Reporter: Raymond Reynaldi |

JAKARTA. Pemerintah menolak usulan Asosiasi Gula Rafinasi agar mereka dizinkan memasok gula untuk konsumsi. Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wachjudi bilang, peluang industri rafinasi memasarkan langsung produknya kepada konsumen sepertinya agak sulit diwujudkan.

Masalahnya, lanjut Benny, berdasarkan regulasi mereka hanya boleh menjual produknya kepada industri. "Jadi perlu revisi regulasi," ujar dia.

Kemudian, kata Benny, para stake holder mesti menghitung ulang kuota impor raw sugar yang menjadi bahan baku industri gula nasional, bila produsen gula rafinasi diperbolehkan menjual langsung ke masyarakat.
"Karena setelah dihitung stoknya pas-pasan," ujar dia.

Menurut Benny, dalam keadaan mendesak bisa saja pemerintah memikirkan opsi tersebut. "Cuma mesti ada keberpihakan terhadap kebutuhan nasional dari para pihak yang terkait," terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×