kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

RI-Malaysia join garap industri turunan CPO


Rabu, 14 Oktober 2015 / 13:28 WIB
RI-Malaysia join garap industri turunan CPO


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Dua negara ini bersepakat untuk bersama-sama membangun industri turunan dari CPO. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato’ Sri Mustapa Mohamed, Selasa (13/10).

Mustapa menyebut kesepakatan ini merupakan tindak lanjut komitmen antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Dato 'Sri Najib Tun Razak di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (11/10).

Menurut Mustapa, selama ini produk derivatif atawa turunan dari CPO sebagian besar diproduksi oleh negara lain di luar Indonesia dan Malaysia.

Akibatnya, imbal hasil yang diterima oleh industri perkebunan kelapa sawit Indonesia dan Malaysia kecil. Padahal, 85% pasokan minyak sawit dunia berasal dari Indonesia dan Malaysia.

Kerjasama ini menjadi pemantik kerjasama lain antara dua negara serumpun ini. Ke depan Indonesia dan Malaysia akan berupaya menyamakan pandangan untuk membuat standardisasi yang sama atawa penyeragaman produk untuk dipakai bersama.

Standarisasi itu diharapkan bisa diterima oleh negara tujuan pasar atawa pembeli produk-produk berbasis CPO. "Sekarang kami tahu harga palm oil sedang turun, jika digunakan lebih banyak untuk industri down stream sudah pasti akan banyak membantu industri," kata Mustapa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×