kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Riset Traveloka: Permintaan Wisatawan Indonesia Bergeser ke Destinasi yang Murah


Selasa, 11 Agustus 2026 / 22:15 WIB
Riset Traveloka: Permintaan Wisatawan Indonesia Bergeser ke Destinasi yang Murah
ILUSTRASI. Hasil riset Traveloka mengungkap pertumbuhan permintaan wisatawan bergeser ke destinasi-destinasi yang lebih terjangkau. (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Traveloka melalui laporan perjalanan kuartal kedua yang dituangkan dalam Traveloka SEA Index mengungkap pertumbuhan permintaan wisatawan bergeser ke destinasi-destinasi yang lebih terjangkau.

Berdasarkan riset selama 1 April hingga 30 Juni 2026 tersebut, Traveloka mencatat destinasi yang paling banyak dituju wisatawan Indonesia masih didominasi kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.

Namun, kota-kota dengan kekayaan budaya dan biaya perjalanan yang lebih murah mencatat pertumbuhan pesanan yang lebih kuat.

"Meski belum menyalip destinasi-destinasi utama dari volume pemesanan, laju pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan rata-rata pasar," jelas Traveloka dalam Traveloka SEA Index, dikutip Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Kemenhub Godok RUU Sistranas, Grab Siap Sesuaikan Operasional Ojol

Skor permintaan riset Traveloka merujuk pada seberapa kuat pertumbuhan pemesanan suatu destinasi dibandingkan destinasi lain yang dipesan wisatawan Indonesia.

Skor terdiri dari rentang 80-100 yang menunjukkan pertumbuhan tertinggi, 60-79 menunjukkan momentum kuat, 40-59 artinya sejalan dengan rata-rata pasar, sedangkan skor di bawah 30 artinya di bawah rata-rata pasar.

Dari dalam negeri, pertumbuhan tertinggi diraih oleh Malang dengan skor permintaan 90, disusul Bandung dengan skor 84, dan Yogyakarta dengan skor 81.

"Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia tetap bepergian tetapi makin selektif dalam memilih destinasi, cenderung beralih ke yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata," imbuh Traveloka.

Baca Juga: Strategi Radiant Utama (RUIS) Jaga Pertumbuhan Pendapatan 5% Hingga Akhir 2026

Adapun untuk tujuan internasional, Penang dan Seoul mencatat pertumbuhan tertinggi dengan skor masing-masing 87 dan 99.

Selain biaya dan lokasi, Traveloka mencermati pilihan ini menunjukkan peningkatan tren perjalanan keluarga, didukung reputasi Penang sebagai destinasi wisata kesehatan.

Terlebih, Penang juga disebut mencatat rata-rata lama menginap yang lebih panjang dan ukuran rombongan terbesar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×