kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

ROTI harapkan kontribusi Filipina terasa 2018


Sabtu, 14 Oktober 2017 / 17:05 WIB


Reporter: Mila Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) belum berpuas diri setelah masuk ke pasar Filipina dengan pembangunan pabrik di negeri itu. Perusahaan ini tengah bersiap untuk melebarkan sayap ke negara-negara tetangga lainnya.

Adapun proyek pabrik di Filipina yang merupakan pabrik hasil patungan dengan Monde Nissin Corporation yang bernama Sarimonde Foods Corporation akan selesai pada akhir tahun ini.

Dalam proyek itu, ROTI memiliki porsi saham mayoritas, sekitar 55% dan 45% dipegang oleh Monde Nissin.

Untuk pembangunan pabrik anyar itu, emiten berkode ROTI ini merogoh kocek Rp 100 miliar yang diambil dari belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini yang totalnya Rp 498 miliar.

Adapun, sisa belanja modal sekitar Rp 398 miliar akan digunakan untuk perawatan dan memaksimalkan kinerja perseroan selama 2017.

Public Relations ROTI, Stephen Orlando bilang, pembangunan pabrik Sarimonde Foods Corporation di Filipina ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2017. "Kami harapkan selesai akhir tahun ini agar mulai beroperasi pada Kuartal I 2018," ujarnya kepada KONTAN, Jum'at (13/10).

Sayangnya Stephen tak mengungkapkan, berapa kontribusi produksi pabrik di Filipina kepada pendapatan perusahaan. Namun, yang pasti pabrik di Filipina bukanlah pabrik terakhir yang akan dibangun oleh ROTI.

Dia menjelaskan, bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan jika nantinya ROTI akan menyasar ke pasar-pasar negara tetangga selain Filipina. "ROTI selalu terbuka terhadap peluang-peluang yang ada," imbuh dia.

Namun, sayangnya Stephen enggan memberitahu mengenai pertumbuhan penjualan ROTI hingga bulan Oktober 2017, akan tetapi ia mengatakan jika tren penjualan pada semester II mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

"Tren penjualan terus menunjukkan pertumbuhan di semester dua ini, dan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan perusahaan," terangnya.

Sekedar informasi, pada semester I 2017, ROTI hanya mencatatkan pendapatan Rp 1,2 triliun atau turun 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun laba bersih ROTI juga terjun bebas. Pada semester I 2017, keuntungan perusahaan hanya Rp 46 miliar, turun 64% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat Rp 129 miliar.

Saat ini, ROTI mengoperasikan total 10 pabrik di dalam negeri dan dan penambahan 1 pabrik di Filipina pada tahun ini. Stephen juga pernah bilang bahwa ROTI selain membangun pabrik di Filipina, juga akan membangun 45 pabrik lagi di Pulau Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×