kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

RUIS siapkan Rp 40 miliar untuk peralatan migas


Jumat, 11 April 2014 / 11:40 WIB
RUIS siapkan Rp 40 miliar untuk peralatan migas
ILUSTRASI. BPKH melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tahun ini sudah menyiapkan belanja modal Rp 40 miliar. Dengan dana tersebut Radiant Utama bakal membeli peralatan untuk mendukung bisnis di sektor jasa minyak dan gas bumi (migas). Selain di bisnis inti, Radiant Utama juga tetap menggarap bisnis lainnya seperti geothermal.

Sekretaris Perusahaan Radiant Utama, Misyal A. Bahwal menyatakan, anggaran tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan jasa minyak dan gas bumi (migas) jika perusahaan memenangkan kontrak-kontrak baru nantinya. "Dana itu untuk pembelian peralatan-peralatan yang diperlukan saat ada tender. Apa saja peralatan dan tender apa, itu masih bersifat alokasi global saja," ujar Misyal kepada KONTAN, Kamis (10/4).

Perlu diketahui, Radiant Utama adalah perusahaan yang bergerak di bisnis supporting services untuk industri migas, termasuk inspeksi, sertifikasi, dan outsourcing tenaga kerja untuk operasional. Selain jasa migas, Radiant juga memiliki beberapa bisnis lainnya, yaitu bisnis pembangkit listrik, khususnya pembangkit geothermal dan hulu migas.

Untuk di bisnis geothermal, Radiant Utama memiliki saham di proyek PLTP geothermal Sorik Marapi berkapasitas 240 Megawatt dan akan ditambah 80 MW dengan investasi total US$ 700 juta. Untuk tahap awal akan beroperasi 2014 dan tahap kedua tahun 2015 mendatang. "PLTP unit satu belum beroperasi, kami tidak tahu kenapa," kata dia. Maklum, Radiant utama melalui anak usahanya, PT Supraco Indonesia hanya memiliki 5% saham di proyek tersebut.

Adapun bisnis hulu migas, Radiant Utama memiliki blok Migas South West Bukit Barisan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×