kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Rupiah Melemah, Bangun Kosambi (CBDK) Klaim Tak Terdampak Signifikan


Kamis, 11 Juni 2026 / 16:38 WIB
Rupiah Melemah, Bangun Kosambi (CBDK) Klaim Tak Terdampak Signifikan
ILUSTRASI. Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang dikembangkan CBDK - PANI (Dok/NICE)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah ke dolar memang membuat sejumlah industri mengalami hambatan. Sebab, pelemahan kurs rupiah tersebut bisa mengganggu biaya produksi hingga pengeluaran perusahaan.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyatakan bahwa dengan adanya kondisi pelemahan nilai tukar rupiah, perusahaan masih belum mengalami dampak atau impact yang signifikan.

"Saat kita memulai satu proyek, kita sudah mengunci kuantitas dan harganya dengan supplier," ujar Direktur PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Linda Kusumo dalam keterangan virtual, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Penjualan Mobil Listrik Berpeluang Terdongkrak

Linda menjelaskan bahwa kondisi seperti ini tidak bisa dihindari oleh setiap perusahaan. Terlebih bahan baku utama juga sudah mengalami kenaikan signifikan.

Namun, PT Bangun Kosambi Sukses tidak mengalami dampak yang besar karena harga dengan konsumen sudah disetujui hingga kontrak yang tertera. Sehingga, pelemahan rupiah saat ini tidak banyak dampaknya kepada cost ratio perusahaan. "Tidak terlalu ada impact ke cost ratio," kata Linda.

PT Bangun Kosambi Sukses juga menyatakan belum melakukan ekspansi bisnis tahun ini. Sebab, perusahaan masih ingin fokus pada produk yang sudah diluncurkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×