kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Rupiah melemah, impor kedelai tetap jalan


Kamis, 03 April 2014 / 18:15 WIB
Rupiah melemah, impor kedelai tetap jalan
ILUSTRASI.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pengusaha tempe di Indonesia saat ini tengah galau. Pasalnya, di tengah kenaikan harga kedelai internasional, mata uang rupiah kembali melemah. Tentunya hal ini akan membuat beban pengusaha tempe semakin menggunung. Meski begitu, pengusaha tempe tetap akan mengimpor kedelai.

Aip Syarifudin, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mengatakan, pengrajin tempe mau tak mau tetap harus impor kedelai. "Suka tidak suka, kami harus ikut harga kedelai dalam US dollar. Karena kedelai lokal sendiri tidak memenuhi kebutuhan," ujar Aip pada Kamis (3/4).

Gakoptindo berencana untuk memperpanjang kontrak kedelai baru dengan Amerika Serikat. "Besok, saya akan buat kontrak baru dengan produsen kedelai di AS. Target kami tiap bulan, impor kedelai dari AS sebesar 5-10 ribu ton," tutur Aip.

Meski begitu, saat ini kata Aip ketersedian (stok) impor kedelai masih aman untuk 3 bulan ke depan di mana ada sekitar 600 ribu ton stok kedelai yang mampu memenuhi kebutuhan kedelai nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×