kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Saat Harga Benih Bandeng Turun, Pembudidaya Kurangi Produksi


Sabtu, 22 Mei 2010 / 18:37 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Harga di pasar ekspor menjadi daya tarik pembudidaya benih atau nener ikan bandeng yang banyak dibiakkan di Bali.

Sayangnya, harga nener bandeng bisa turun saat permintaan Filipina juga mengkerut; harga per ekornya bisa Rp 5- Rp 6 rupiah saja. Itu sebabnya, bila permintaan dari Filipina menyusut, pembudidaya benih ikan bandeng juga ikut menurunkan produksinya.

Biasanya permintaan nener bandeng tersebut mengalami penurunan saat bulan November. “Bulan November Filipina menghentikan budidaya sehingga nener bandeng harga turun,” kata Made L. Nurdjana, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Jumat (21/5).

Jika turun, pemerintah melakukan pembelian nener tersebut untuk ditebar di sejumlah danau dan muara sungai untuk melakukan restocking ikan agar tetap berimbang. “Jangan khawatir, kita punya program membeli nener itu untuk restocking,” jelas Made.

Di pasar ekspor, nener bandeng Indonesia mengisi pasar Filipina, Sri Lanka dan sejumlah negara Asia lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×