kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.125   -77,00   -0,42%
  • IDX 5.148   -134,60   -2,55%
  • KOMPAS100 666   -19,57   -2,85%
  • LQ45 525   -14,92   -2,77%
  • ISSI 173   -4,29   -2,43%
  • IDX30 295   -8,25   -2,72%
  • IDXHIDIV20 396   -9,40   -2,32%
  • IDX80 77   -2,22   -2,81%
  • IDXV30 109   -2,54   -2,27%
  • IDXQ30 99   -2,50   -2,46%

Saat Pasar Mesin Cuci Turun, LG Electronics Menguasai 40,5% Pangsa Front Loading


Kamis, 29 Oktober 2026 / 11:01 WIB
Saat Pasar Mesin Cuci Turun, LG Electronics Menguasai 40,5% Pangsa Front Loading
ILUSTRASI. Mesin Cuci LG dengan Kecerdasan Buatan Terbaru Ditawarkan Mulai Rp 12 Juta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah tekanan pasar, persaingan pasar mesin cuci di Indonesia berlangsung sengit. Data NIQ-GfK menunjukkan, nilai pasar mesin cuci secara keseluruhan turun 5,8% pada Januari–Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, segmen mesin cuci bukaan depan atau front loading masih mencatat pertumbuhan sebesar 1%. Berdasarkan data NIQ-GfK, PT LG Electronics Indonesia menguasai 40,5% pangsa pasar mesin cuci front loading pada Januari–Agustus 2026. Pangsa pasar LG di segmen tersebut meningkat 5,9 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Presiden LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul mengatakan, pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap produk perusahaan. LG berupaya mempertahankan posisi pasar melalui pengembangan produk dan peningkatan kualitas layanan.

“Bagi LG tak hanya menghadirkan inovasi, tapi juga memastikan teknologi tersebut relevan dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ha, Selasa (27/10).

Baca Juga: Impor Minyak RI Masih 750.000 Barel per Hari, Bahlil Desak KKKS Percepat Proyek

LG mencatat pangsa pasar 24% untuk kategori mesin cuci secara keseluruhan pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 1,3 poin persentase dibandingkan Agustus 2025. Di tengah penurunan pasar, menurut data NIQ-GfK, LG mencatat pertumbuhan 1,6% pada kategori mesin cuci secara keseluruhan.

Untuk menjaga daya saing, LG mengembangkan mesin cuci dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan beragam pilihan kapasitas. 

LG juga menyediakan konektivitas melalui aplikasi LG ThinQ untuk mengakses sejumlah fungsi mesin cuci melalui ponsel. Di segmen kapasitas besar, perusahaan menawarkan mesin cuci dengan kapasitas pencucian hingga 25 kilogram serta pilihan mesin cuci bukaan atas berkapasitas 22 kilogram.

Di luar pengembangan produk, perusahaan memanfaatkan jaringan deiler dan kanal digital untuk pemasaran, serta memperkuat layanan purnajual. Upaya tersebut untuk menjaga pengalaman konsumen, mulai dari pemilihan produk hingga penggunaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×