kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Sah, India mengerek tarif impor CPO 2 kali lipat


Selasa, 22 Agustus 2017 / 22:13 WIB


Reporter: | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - India telah menaikkan tarif impor untuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).

"Penaikan tarif impor India sudah diberlakukan," ujar Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Indistri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) kepada KONTAN di Jakarta, Selasa (22/8).

Tarif impor CPO mengalami kenaikan sebesar 100% dari sebelumnya. Sebelumnya tarif impor CPO sebesar 7,5% naik menjadi 15%. Sementara untuk RBDPO yang sebelumnya 15% naik menjadi 25%.

Pemberlakuan tarif impor dinilai Sahat untuk menekankan agar India lebih memilih untuk membeli CPO dari Indonesia lalu diolah di India.

Padahal Sahat mengaku Indonesia ingin nilai tambah dari CPO bisa didapatkan di Indonesia. Selain itu Sahat menilai adanya upaya proteksi dari India terhadap soy bean oil.

Hal tersebut diakui oleh Sahat akan menghambat ekspor CPO ke India. Padahal sebelumnya India menjadi importir terbesar. Sahat bilang bila kondisi seperti ini berlanjut bukan tidak mungkin akan ada pengurangan impor ke India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×