kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Sah, India mengerek tarif impor CPO 2 kali lipat


Selasa, 22 Agustus 2017 / 22:13 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - India telah menaikkan tarif impor untuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).

"Penaikan tarif impor India sudah diberlakukan," ujar Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Indistri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) kepada KONTAN di Jakarta, Selasa (22/8).

Tarif impor CPO mengalami kenaikan sebesar 100% dari sebelumnya. Sebelumnya tarif impor CPO sebesar 7,5% naik menjadi 15%. Sementara untuk RBDPO yang sebelumnya 15% naik menjadi 25%.

Pemberlakuan tarif impor dinilai Sahat untuk menekankan agar India lebih memilih untuk membeli CPO dari Indonesia lalu diolah di India.

Padahal Sahat mengaku Indonesia ingin nilai tambah dari CPO bisa didapatkan di Indonesia. Selain itu Sahat menilai adanya upaya proteksi dari India terhadap soy bean oil.

Hal tersebut diakui oleh Sahat akan menghambat ekspor CPO ke India. Padahal sebelumnya India menjadi importir terbesar. Sahat bilang bila kondisi seperti ini berlanjut bukan tidak mungkin akan ada pengurangan impor ke India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×