kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Salim Ivomas Pratama (SIMP) menepis kabar terbakarnya pabrik Bimoli


Senin, 08 November 2021 / 07:15 WIB
Salim Ivomas Pratama (SIMP) menepis kabar terbakarnya pabrik Bimoli
ILUSTRASI. Pabrik dan perkebunan kelapa sawit PT Salim Ivomas Pratama Tbk SIMP.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), emiten perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), memberikan tanggapan klarifikasi atas peristiwa kebakaran pabrik Bimoli.

Emiten Grup Salim berkode saham SIMP ini menyatakan bahwa kebakaran pabrik Bimoli di Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu, 7 November 2021 merupakan berita yang tidak benar. Manajemen SIMP menyebut bahwa pabrik tersebut bukanlah milik perusahaan.

“Kami turut prihatin atas kejadian tersebut, namun demikian pabrik tersebut bukan pabrik Salim Ivomas dan saat ini seluruh pabrik penyulingan CPO kami berjalan dengan normal serta tidak ada yang mengalami kebakaran,” ungkap Sekretaris Perusahaan SIMP Yati Salim dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/11).

Baca Juga: Ekspor CPO akan dilarang demi dorong hilirisasi, saham-saham ini bisa dicermati

Sebelumnya, terjadi peristiwa kebakaran dari sebuah pabrik di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu kemarin. Kebakaran tersebut diduga berawal dari percikan las yang mana titik api pertama kali muncul pada pukul 09.04 WIB.

Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran akhirnya dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi kejadian. Akhirnya, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan berkat akses yang mudah terjangkau.

Kebakaran yang terjadi di pabrik tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Salim Ivomas Pratama (SIMP) menebar dividen, catat jadwalnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×