kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Samsung bergabung dalam konsorsium KRRI untuk proyek transportasi di Indonesia


Selasa, 29 Maret 2011 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi: Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/nz.


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Samsung Electronics akan bergabung dalam konsorsium yang beranggotakan para investor asal korea lainnya bernama Korea Railroad Research Institute (KRRI).

Konsorsium yang dimiliki pemerintah Korea ini akan menggarap proyek transportasi di Indonesia. KRRI sudah menjalin kerjasama dengan Korea Development Bank dan Bank of Korea.

Sementara di Indonesia, Presiden KRRI, Sung Kyou Choi mengatakan, konsorsium akan dipimpin oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT Industri Kereta Api (INKA).

Ketua Komite Tetap Hubungan Antar Lembaga Kadin Indonesia Biben Akbar mengatakan, KRRI akan bekerjasama dengan Indonesia baik Government to Government maupun Business to Business dengan prioritas pada transportasi kereta api.

Untuk tahap awal proyek yang diincar adalah monorel kereta api Jakarta-Bandara Soekano Hatta dan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan total dana US$ 20 miliar. "Untuk pendanaan, pemerintah Korea sudah siap," ungkap Biben.

Untuk menggarap proyek itu, Biben mengatakan mereka sedang berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan lembaga pemerintah terkait. Pemerintah Indonesia sendiri menurutnya akan menggunakan konsep Public Private Partnership (PPP) dalam kerjasama ini.

Untuk proyek kereta api bandara, Biben mengatakan KRRI juga akan mengikuti tender ulang yang akan digelar PT Angkasa Pura II pada pertengahan tahun ini. Sekadar informasi, proyek kereta api bandara sebelumnya direncanakan dengan studi dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Namun proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 2005 itu hingga sekarang belum terealisasi. "Kalau kami bisa masuk, kami bisa langsung jalan," kata Biben.

Menurut Biben proyek kereta api bandara akan ditawarkan oleh pemerintah pada investor dalam infrastructure summit yang akan digelar April nanti. Selain siap dengan dana investasi, mereka juga bisa bekerja lebih cepat dan memiliki kualitas kerja yang bagus. Hal itu terbukti dengan proyek kereta api dengan kecepatan 350 kilometer (km) per jam di Brasil.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×