kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Schneider Electric Bidik Pasar Smart Building Lewat Teknologi Hemat Energi


Rabu, 29 Juli 2026 / 20:29 WIB
Schneider Electric Bidik Pasar Smart Building Lewat Teknologi Hemat Energi
Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia Reza Syarif mengatakan sektor ban (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Schneider Electric Indonesia membidik peluang pertumbuhan pasar bangunan cerdas (smart building) dengan mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menekan konsumsi energi.

Strategi tersebut dijalankan melalui kampanye "Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien" yang menyasar gedung baru maupun bangunan eksisting.

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia Reza Syarif mengatakan sektor bangunan masih menghadapi tantangan besar dalam pemanfaatan teknologi dan data.

Ia mengungkapkan sekitar 95,5% data yang dikumpulkan di industri konstruksi dan rekayasa belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, industri bangunan juga menjadi salah satu sektor dengan tingkat digitalisasi terendah, sementara sekitar 40% inefisiensi operasional telah terbentuk sejak tahap perancangan bangunan.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Krisis Global, HIPMI Dorong Gerakan Nasional Hemat Energi

Menurut Reza, terdapat empat tantangan utama yang dihadapi sektor bangunan, yakni keberlanjutan (sustainability), ketangguhan (resiliency), efisiensi (efficiency), dan kenyamanan pengguna (people-centricity).

Ia menjelaskan bangunan menyumbang hampir 40% emisi karbon global, sementara sekitar 30% energi yang digunakan di dalam gedung masih terbuang sia-sia.

Selain itu, manusia menghabiskan hampir 90% waktunya di dalam ruangan, sehingga aspek kenyamanan dan produktivitas penghuni menjadi semakin penting.

"Efisiensi energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik, tetapi memastikan energi digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna. Hal ini membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data," ujar Reza dalam Media Masterclass for Buildings of The Future, Selasa (28/7/2026).

Melalui kampanye tersebut, Schneider Electric mengusung empat pilar utama, yakni Hyper-Efficient, Resilient, Sustainable, dan People-centric.

Baca Juga: Schneider Electric Bidik Tren Hunian Modern, Perkuat Segmen Perangkat Kelistrikan

Keempat pilar tersebut dirancang untuk membantu pengelola gedung mengoptimalkan kinerja bangunan, meningkatkan keandalan operasional, menghemat penggunaan sumber daya, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi penghuninya.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Schneider Electric menawarkan sejumlah solusi digital, di antaranya EcoStruxure Building Operation sebagai platform Building Management System (BMS) yang mengintegrasikan pengelolaan sistem HVAC, kelistrikan, pencahayaan, keamanan, hingga konsumsi energi dalam satu platform.

Perusahaan juga menghadirkan EcoStruxure Power Monitoring Expert (PME) yang memungkinkan pemilik gedung memantau penggunaan energi secara real time sehingga dapat mengidentifikasi pemborosan dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. 

Selain itu, Schneider Electric menyediakan Guest Rooms Management System (GRMS) untuk sektor perhotelan serta Smart Panel yang mengintegrasikan distribusi daya, proteksi, pemantauan, dan pengukuran energi dalam satu sistem.

Di sisi layanan, Schneider Electric menawarkan EcoConsult Walkthrough Assessment dan EcoConsult Energy Efficiency untuk membantu pemilik gedung mengidentifikasi peluang penghematan energi, meningkatkan keandalan sistem, serta mendukung modernisasi aset melalui rekomendasi berbasis data.

Baca Juga: Schneider Electric Percepat Transisi Energi, Emisi Pelanggan Turun 862 Juta Ton

Reza menambahkan, kampanye tersebut juga sejalan dengan meningkatnya dorongan regulasi terkait bangunan cerdas dan efisiensi energi, termasuk Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2023 tentang Bangunan Gedung Cerdas dan Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi.

"Melalui kampanye 'Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien', Schneider Electric berkomitmen untuk mendorong terciptanya bangunan yang lebih efisien, resilient, sustainable, dan berorientasi pada manusia, baik untuk gedung baru maupun yang sudah ada," tutup Reza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×