kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Schneider Electric Percepat Transisi Energi, Emisi Pelanggan Turun 862 Juta Ton


Kamis, 05 Maret 2026 / 17:47 WIB
Schneider Electric Percepat Transisi Energi, Emisi Pelanggan Turun 862 Juta Ton


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Schneider Electric menuntaskan program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025 dengan capaian skor 8,86 dari 10. Program lima tahunan ini menjadi fondasi perusahaan dalam mendorong kinerja keberlanjutan pada aspek iklim, sosial, dan tata kelola, sekaligus mendukung transisi energi pelanggan dan mitra usaha.

Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan implementasi SSI juga berdampak langsung pada strategi bisnis di Tanah Air.

“Penyelesaian program Schneider Sustainability Impact 2021–2025 merupakan perjalanan transformasi yang kami rasakan secara nyata di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Pameran Furnitur IFEX 2026 Resmi Dibuka, Bidik Total Transaksi US$ 1 Miliar

Ia menjelaskan selama beberapa tahun terakhir, kami terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inovasi teknologi, kolaborasi dengan pemerintah dan mitra industri, serta penguatan rantai pasok yang bertanggung jawab. 

"Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar komitmen global, tetapi strategi bisnis yang mendorong kinerja, meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia," sambungnya.

Secara global, hingga akhir 2025 Schneider Electric telah membantu pelanggan menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi CO?, melampaui target awal 800 juta ton. Pencapaian ini didorong oleh pemanfaatan solusi manajemen energi dan otomasi yang lebih efisien di sektor industri, gedung, dan infrastruktur.

Dari sisi rantai pasok, perusahaan menjalankan Zero Carbon Project dengan melibatkan 1.000 pemasok strategis. Program ini berkontribusi terhadap penurunan 56% emisi CO? operasional pemasok. 

Selain itu, 98% pemasok strategis telah memenuhi standar Decent Work, mencakup perlindungan hak pekerja dan praktik ketenagakerjaan yang etis.

Dalam aspek sosial, Schneider Electric memperluas program Access to Energy yang telah menjangkau lebih dari 61 juta orang secara global sejak 2009. Perusahaan juga mengembangkan program pelatihan manajemen energi yang telah diikuti lebih dari 1 juta orang, untuk mendukung kesiapan tenaga kerja dalam transisi energi.

Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric, Donald Situmorang, menegaskan fase berikutnya akan berfokus pada penguatan kontribusi terhadap target nasional.

Baca Juga: Komisi XII DPR Akan Panggil Bahlil Bahas Stok BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

“Rampungnya SSI 2021–2025 adalah tonggak penting bagi kami, namun ini bukanlah garis akhir. Fondasi yang telah kami bangun—mulai dari kemitraan dengan pemangku kepentingan, hingga inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan talenta—menjadi modal utama untuk melangkah menuju 2030. 

Ke depan, pihaknya akan terus memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung agenda transisi energi nasional, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memastikan bahwa transformasi energi dan digital dapat memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua.

Pendekatan keberlanjutan Schneider Electric juga memperoleh pengakuan dari sejumlah lembaga pemeringkat ESG global, antara lain Platinum EcoVadis, CDP Climate Change A List, serta peringkat teratas dalam Social Benchmarkdan Gender Benchmark versi World Benchmarking Alliance.

Ke depan, perusahaan menyiapkan fase lanjutan pasca-SSI 2021–2025 dengan fokus pada penguatan dekarbonisasi industri, digitalisasi energi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung target transisi energi Indonesia menuju 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×