kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

SCNP Jalin Kerjasama dengan SMDI dan AJN Distribusikan NIVA


Minggu, 29 Januari 2023 / 11:15 WIB
SCNP Jalin Kerjasama dengan SMDI dan AJN Distribusikan NIVA


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Jane Aprilyani

KONTAN.CO.ID - Emiten manufaktur peralatan rumah tangga dan peralatan medis, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) kian serius mengembangkan bisnisnya di sektor kesehatan. Salah satunya memproduksi alat kesehatan terkait penyakit jantung dan pembuluh darah yakni NIVA atau Non Invasive Vascular Analyzer.

Chief Operating Officer (COO), Shirly Effendy menyebut penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi top killer disease. Tidak hanya itu, untuk pengobatan penyakit jantung yang menggunakan BPJS memakan biaya yang tak sedikit. Untuk itu, SCNP menggandeng banyak pihak untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan NIVA.

Sudah masuk dalam tahap produksi, NIVA disebut Shirly tengah bersiap didistribusikan ke rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan. Untuk pendistribusiannya, SCNP bermitra dengan PT Selaras Medika Digital Indonesia (SMDI) dan PT Arkan Jaya Nusantara (AJN).

“NIVA akan rilis kuartal pertama 2023 ke para distributor kami. Saat ini pihak distributor juga mempersiapkan infrastruktur dan armada terkait promosi dan post sales service di kuartal pertama tahun ini,” ujar Shirly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/1).

Bicara soal volume produksi yang dijual, Shirly menuturkan SCNP menargetkan 1.000 sampai 1.200 unit NIVA akan didistribusikan SMDI dan AJN. Untuk harga jualnya sendiri sekitar Rp 161 juta per unit. Harga jual NIVA di dalam negeri kata Shirly jauh lebih terjangkau dari harga alat kesehatan lain dari luar negeri yang mampu capai Rp 300 juta lebih.

Baca Juga: Simak Strategi Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP) Genjot Penjualan Tahun Ini

“Untuk target penjualan akan sangat bergantung skema bisnis dan kebijakan harga di end user yang diberlakukan kedua distributor,” ungkap Shirly lebih lanjut.

Dalam sesi Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Distribusi Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) NIVA, Shirly Effendy juga menyatakan bahwa NIVA telah melalui berbagai tahap pengujian baik secara elektrik, mekanik hingga uji klinis di Harapan Kita. SCNP memastikan bahwa NIVA saat ini telah laik guna, yang memang dipersiapkan untuk membantu program pemerintah dalam bidang kesehatan khususnya untuk jantung dan pembuluh darah.

Dari pihak distributor, Direktur Utama SMDI Gembong Primadjaya menyatakan bahwa inisiatif jalinan kemitraan strategis antara produsen-distributor ini akan sangat membantu Pemerintah dalam program hilirisasi produk- produk hasil riset alat kesehatan dalam negeri.

Gembong menambahkan, dengan dilansirnya NIVA ke pasar domestik, akses masyarakat terhadap jasa screening jantung dan pembuluh darah semakin memungkinkan, oleh karena biaya screening NIVA relatif lebih terjangkau dibandingkan perangkat alkes sejenis yang saat ini didominasi oleh produk impor.

Baca Juga: Ditopang ekspor ke AS, Selaras Citra (SCNP) Berharap Tren Positif Tetap Berlanjut

Gembong menekankan pentingnya menjalin kontinuitas hubungan dengan stakeholders seperti Kementerian Kesehatan RI, rumah sakit (umum dan swasta), klinik kesehatan, lembaga swasta, asosiasi produsen dan distributor alkes, lembaga BUMN, swasta yang relevan dengan bidang alat kesehatan.

Direktur AJN Hafiz A. Ahmad menyatakan bahwa saat ini dirinya sedang membangun learning centre di 3 (tiga) wilayah, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, dan wilayah Indonesia Timur lainnya untuk mendukung dan mendekatkan NIVA terhadap rumah sakit maupun tenaga kesehatan khusus dalam menunjang tugas mereka terkait deteksi dini kelainan atau potensi penyakit jantung. AJN juga akan melakukan campaign seminar dan workshop NIVA di beberapa kota besar di indonesia.

“Kami berharap adanya dukungan para stakeholders ranah kesehatan domestik, baik kemenkes RI, BPJS Kesehatan maupun asosiasi cardiology untuk bersinergi bersama dan terlibat dalam program-program yang dapat menekan angka prevelansi jantung di Indonesia,” sebut Hafiz.

Baca Juga: Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP) Incar Penjualan Rp 1,6 Triliun Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×