kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sedia KPR Gangnam Distric, Pollux gaet 8 bank


Sabtu, 06 Agustus 2016 / 14:41 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pengembangan mixed use nampaknya masih jadi primadona para pengembang properti. Salah satu yang menggeber mixed use yaitu Pollux Properties Indonesia dengan mengusung megaproyek kawasan terpadu bertajuk Gangnam District.

Gangnam District dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare di pusat Kota Bekasi. Proyek kawasan terpadu ini terdiri dari 18 tower apartemen, Hotel LOUISE Kienne, perkantoran (SOHO) dan dua lantai Shopping Mall serta Waterpark.

Dalam pengembangan kawasan terpadu ini, Pollux menggandeng delapan bank nasional untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi calon konsumen. Delapan bank tersebut yakni Bank Mandiri, BRI, BTN, CIMB Niaga, Maybank, MNC Bank, ICBC, dan Bank Artha Graha.

“Penandatanganan kerjasama dengan delapan bank nasional ini didasari respons yang positif terhadap pengembangan Gangnam District. Kami harap dengan adanya kerjasama tersebut akan memberikan kemudahan kepada calon konsumen kami dalam memiliki hunian premium di Bekasi.” kata Dionisius Adi, Director of Corporate Finance Pollux Properties Indonesia dalam siaran pers yang diterima KONTAN, Sabtu (5/8)

Rencananya, Gangnam District bakal diluncurkan di kuartal ketiga tahun ini. Asal tahu saja, Pollux sudah punya beberapa proyek properti yakni Meisterstadt Batam, Amarsvati Lombok, dan World Capital Tower di mega Kuningan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×