kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Sektor manufaktur masih bisa tumbuh di era Menteri Airlangga, benarkah demikian?


Selasa, 15 Oktober 2019 / 08:55 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Karena itu, pada pemerintahan periode kedua, Kemenperin harus bekerja keras mendorong industri manufaktur, supaya dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan PDB bisa semakin besar.

Baca Juga: Manufaktur Amerika sedang sakit, dan perang dagang hanya salah satu faktornya

Stimulus fiskal dan non fiskal sama-sama penting dilakukan pemerintah untuk terus mendorong industri manufaktur di Indonesia. Kuncinya, ada pada stimulus yang spesifik dan berorientasi pada ekspor.

Uchok mengingatkan, saat ini yang masih tumbuh membaik industri berbasis konsumen seperti makanan minuman, komunikasi dan otomotif. Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah juga mulai untuk fokus pada sektor industri yang berbasis bahan baku domestik.

"Seperti hilirisasi komoditas mentah, sehingga nilai tambahnya srmakin tinggi" ujar Uchok.

Sementara ekonom CORE Piter Abdullah menambahkan, pertumbuhan industri manufaktur Indonesia memang masih positif dan relatif stabil di kisaran 5% karena industri manufaktur dalam ngeri tidak sepenuhnya berorientasi ekspor dan pasarnya tidak banyak terganggu oleh dinamika global.

Namun, kata Piter, pemerintah terutama Kemenperin perlu terus berupaya  melindungi industri dalam negeri terkait masuknya barang pesaing dari luar negeri, dan memastikan kepastian tersedianya barang-barang input untuk setiap industri.

Baca Juga: Duh, Perlambatan China Makin Menekan Ekonomi RI premium

Kemenperin mencatat, PDB dari sektor manufaktur Indonesia mencapai Rp565 triliun pada kuartal II/2019, meningkat dibanding perolehan di kuartal I/2019 yang sebesar Rp555 triliun.

Capaian kuartal kedua tersebut tertinggi, karena rata-rata PDB manufaktur Indonesia per kuartal adalah sekitar Rp468 triliun dari periode 2010-2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×